<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754</id><updated>2011-07-25T13:30:38.063-07:00</updated><title type='text'>R-Directed Thinking</title><subtitle type='html'>Segeralah migrasikan pola pikir otak kita sekarang dari pola pikir otak kiri (linear, itung-itungan, takut, pesimis) menjadi pola pikir otak kanan (kreatif, rada-rada ngawur, loncat-loncat, optimis)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-6454468465249926882</id><published>2011-07-20T07:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-20T07:12:38.259-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Sukses Sir Richard Branson</title><content type='html'>&lt;a href="http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/7836-rahasia-sukses-sir-richard-branson.html"&gt;http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/7836-rahasia-sukses-sir-richard-branson.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-N8GvlZLNJZ4/TibhQ9OnrsI/AAAAAAAAAC0/VcpKNskyMgA/s1600/richard_branson123.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-N8GvlZLNJZ4/TibhQ9OnrsI/AAAAAAAAAC0/VcpKNskyMgA/s320/richard_branson123.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631436065503424194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles mengatakan bahwa diri kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang. Kebiasaan seseorang tidak diragukan lagi membentuk kepribadiannya dan membentuk cara pandang orang lain terhadap dirinya. Sehingga bisa dikatakan bahwa orang-orang biasa memiliki kebiasaan yang biasa pula, tetapi orang-orang yang tidak biasa memiliki kebiasaan yang tidak biasa pula. Bagi kita yang masih perlu belajar untuk menjadi luar biasa, belajar dari orang-orang yang luar biasa sangatlah perlu. Namun bagaimana belajar dari seseorang yang cemerlang agar bisa meneladani kecemerlangannya? Salah satunya ialah dengan mencermati kebiasaannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sir Richard Branson diakui sebagai salah satu sosok legendaris di dunia bisnis internasional. Perusahaannya yang bernama Virgin telah merambah berbagai pelosok dunia. Hampir semua orang setuju bahwa Branson adalah sebuah pribadi unik yang patut diteladani terutama dalam kegigihannya berwirausaha. Untuk itulah kita perlu ketahui apa saja kebiasaan-kebiasaan Branson dalam kegiatannya sehari-hari mengingat kebiasaan, seperti kata Aristoteles, adalah hal yang mendefinisikan jati diri seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah perilaku rutin Branson yang meski terlihat sepele tetapi mampu membantunya berpikir lebih jernih dan memiliki pemahaman pribadi terhadap setiap kejadian dan keadaan di sekitarnya kapan saja. Berikut ialah sejumlah kebiasaan Branson, seperti dilansir dari blog.iqmatrix.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari zona nyaman&lt;br /&gt;Richard Branson terus menerus keluar dari zona nyaman menuju bidang usaha baru dan tantangan yang berbeda. Semuanya ia lakukan untuk menguji ketahanan, keahlian dan kemampuannya memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi masalah secara langsung&lt;br /&gt;Saat masalah timbul, Branson mengatasinya dengan sesegera mungkin dan secara agresif memastikan bahwa permasalahan kecil telah diselesaikan hingga ke akar-akarnya agar tidak akan semakin memburuk di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap terbuka terhadap tantangan&lt;br /&gt;Branson secara terus menerus membuka dirinya terhadap perubahan dalam berbagai hal seperti perspektif, sudut pandang dan pendekatan ke dalam situasi manapun yang menurutnya akan membantunya untuk mencapai tujuan dan ambisinya dengan cara yang lebih efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan waktu dengan baik&lt;br /&gt;Branson memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya waktu. Setiap detik yang berlalu ialah peluang untuk melakukan hal dengan lebih baik, menuju tujuan selanjutnya yang lebih tinggi dan luas. Ia kemudian memanfaatkan waktunya dengan menggabungkan bisnis dengan bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berburu peluang baru&lt;br /&gt;Branson selalu berusaha mencari peluang dan gagasan baru di sekitarnya yang akan memungkinkannya untuk meraih keunggulan yang lebih besar dibandingkan pesaingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sungkan bertanya&lt;br /&gt;Branson selalu bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pemberian solusi yang mengutarakan pemikirannnya dan membantunya mengatasi tantangan yang menghadangnya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menantang diri sendiri&lt;br /&gt;Branson tidak segan untuk terus memberikan tantangan kepada diri sendiri baik dalam kehidupan pribadi dan kegiatan berbisnis. Ia melihat semuanya sebagai peluang untuk memperkuat  tekad dan keahliannya serta menumbuhkembangkan kerajaan bisnisnya, Virgin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati kehidupan&lt;br /&gt;Meski terus bekerja, Branson tidak lupa untuk menikmati kehidupan. Ia mengaku terus mencari celah usaha baru, petualangan baru dan pengalaman di bidang lain. Ia yakin bahwa kehidupan harus selalu dinikmati hingga semaksimal mungkin atau kita sama sekali melewatkannya dan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersenang -senang&lt;br /&gt;Branson mengubah semua hal menjadi permainan yang menjadikannya pekerjaan seolah-olah seperti sebuah permainan untuk bersenang-senang. Karena inilah, ia berusaha menggabungkan pekerjaan dengan bersenang-senang dan berhasil menciptakan budaya santai namun tetap penuh semangat dalam bekerja.&lt;br /&gt;Bertemu orang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Branson antusias dalam membangun jaringan relasi. Ia menikmati pertemuan dengan orang-orang baru, mendiskusikan peluang baru dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba hal baru&lt;br /&gt;Apakah itu mencoba bidang usaha baru dan tidak terduga, atau menerbangkan balon melebihi jarak rekor, Branson selalu terlihat mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan atau alami sebelumnya. Setidaknya dalam hidup, ia pernah melakukannya sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati pekerjaan&lt;br /&gt;Karena Branson menggabungkan pekerjaan dengan bersenang-senang sehingga ia bisa meningkatkan semangatnya dan memperkuat motivasinya untuk bekerja lebih keras lebih lama sepanjang siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa buku catatan&lt;br /&gt;Ia terlihat selalu membawa buku catatan di saku untuk dapat menuliskan ide-ide proyek barunya, mengumpulkan umpan balik dari para pelanggan dan pegawai dan untuk menuliskan tujuan atau ambisi, pemikiran dan pengalamannya. Dengan menulis di buku catatan, ia dapat lebih mudah mengklarifikasi pemikirannya dan memberikan panduan dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkumpul dengan orang-orang hebat&lt;br /&gt;Dengan berkumpul dengan orang-orang brilian dan berdedikasi tinggi di bidang masing-masing, ia merasa mendapatkan bimbingan dalam membuat keputusan-keputusan krusial. Ia juga berkumpul dengan para kolega dan staf yang memiliki tujuan, prinsip dan minat yang sama. Orang-orang ini dengan sendirinya memberikan dukungan moral terhadap visi, misi dan segala usaha yang dilakukan Branson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil risiko yang telah diperhitungkan&lt;br /&gt;Branson mengambil risiko terukur dalam bisnis dan kehidupannya. Ia memahami bahwa keterbatasan memang ada tetapi bukan berarti harus bersikap nekat dan ceroboh dalam menjalani usaha. Bergerak dan membuat kemajuan secara cerdas setahap demi setahap melalui masa-masa awal usaha yang penuh pergolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyisihkan waktu untuk membaca dan belajar&lt;br /&gt;Ia sangat paham bahwa hikmah dan pelajaran biasa didapatkan dari kesalahan dan pengalaman pribadi. Selain itu, ia mengakui bahwa pelajaran bisa dialami melalui membaca. Membaca buku seolah menjadi jalan pintas untuk mempelajari sebanyak mungkin hikmah dalam waktu yang relatif lebih singkat daripada harus mempelajari dan mengalami secara langsung di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur sejenak dan merenung&lt;br /&gt;Agar bisa menyegarkan pikiran dan tubuh, Branson terbiasa untuk tidur singkat di sela-sela kesibukannya. Ia juga tidak ragu untuk luangkan waktu hanya untuk merenung tentang gairahnya dalam berbisnis. Dengan begitu, kreativitas dan ide-ide baru bisa terus bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk berpikir&lt;br /&gt;Branson menyisihkan waktu untuk merancang sebuah ide baru, merencanakan proyek baru dan berpikir tentang solusi kreatif untuk bisa menjawab masalah yang sedang dihadapi. (*/Akhlis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-6454468465249926882?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/6454468465249926882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=6454468465249926882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/6454468465249926882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/6454468465249926882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/rahasia-sukses-sir-richard-branson.html' title='Rahasia Sukses Sir Richard Branson'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-N8GvlZLNJZ4/TibhQ9OnrsI/AAAAAAAAAC0/VcpKNskyMgA/s72-c/richard_branson123.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-3122704410362772497</id><published>2011-07-14T17:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T17:46:54.184-07:00</updated><title type='text'>5 KUALITAS HEBAT YANG MENSUKSESKAN</title><content type='html'>sumber dari:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://buyanur.com/2010/11/22/inspirasi-islam-5-kualitas-hebat-yang-mensukseskan/"&gt;http://buyanur.com/2010/11/22/inspirasi-islam-5-kualitas-hebat-yang-mensukseskan/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses menjadi topik yang banyak dibicarakan manusia modern. Maka berbagai&lt;br /&gt;buku, seminar, training, workshop dibuat untuk membantu kita meraih suskes.&lt;br /&gt;Dari berbagai buku, seminar, training, workshop dan pengalaman saya sendiri,&lt;br /&gt;saya menyimpulkan ada lima kualitas hebat yang menghantarkan siapapun pada&lt;br /&gt;kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lima kualitas tersebut yaitu:*&lt;br /&gt;1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)&lt;br /&gt;2. Risk Taker (Pengambil Resiko)&lt;br /&gt;3. Problem Lover (Pencinta Masalah)&lt;br /&gt;4. Team Work Player (Pekerja Tim)&lt;br /&gt;5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bahas satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)&lt;br /&gt;Sukses diawali oleh peluang. Itu sebab mengapa peluang menjadi penting. Tak&lt;br /&gt;ada peluang, tak ada kesuksesan. Bila anda merasa tak punya peluang untuk&lt;br /&gt;sukses, maka anda benar. Anda tak bisa sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opportunity maker adalah kualitas anda yang bisa menciptakan peluang. Anda&lt;br /&gt;tidak menunggu peluang datang. Anda mencarinya. Anda bahkan menciptakannya.&lt;br /&gt;Maka kejelian melihat situasi dan kondisi, baik yang dekat maupun yang jauh,&lt;br /&gt;menjadi faktor penting. Apapun yang anda ketahui bisa menjadi peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang baik adalah peluang. Demikian pula orang tidak baik. Situasi aman&lt;br /&gt;adalah peluang. Sama dengan dengan situasi bahaya. Kekayaan dan kemiskinan,&lt;br /&gt;keduanya adalah peluang. Orang Baduy yang tak menggunakan sepatu adalah&lt;br /&gt;peluang besar industri sepatu. Orang Jakarta yang telah bersepatu juga&lt;br /&gt;peluang besar industri sepatu. Maka bukan situasi dan kondisinya yang&lt;br /&gt;menentukan, tapi bagaimana anda melihat bagian dari situasi dan kondisi itu&lt;br /&gt;yang bisa dijadikan peluang bagi kemajuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Risk Taker (Pengambil Resiko)&lt;br /&gt;Kualitas ini menjadi penting agar peluang yang telah ada benar-benar bisa&lt;br /&gt;dimanfaatkan dan memberikan keuntungan nyata bagi anda. Kenapa? Karena&lt;br /&gt;dibalik setiap peluang ada resiko. Maka hanya bagi anda yang siap menerima&lt;br /&gt;resiko lah yang layak mendapat keuntungan dari peluang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko adalah potensi terjadinya masalah, hambatan dan kegagalan. Anda bisa&lt;br /&gt;masuk ke Baduy untuk jualan sepatu. Peluangnya besar. Tapi resikonya pun&lt;br /&gt;besar. Anda harus mengedukasi orang Baduy untuk menggunakan sepatu. Hanya&lt;br /&gt;anda yang mau mendidik orang Baduy untuk menggunakan sepatu, yang layak atas&lt;br /&gt;peluang bisnis sepatu bagi orang Baduy yang tadinya tak menggunakan sepatu.&lt;br /&gt;Anda bisa juga jual sepatu di Jakarta. Maka anda harus siap bersaing dengan&lt;br /&gt;pebisnis lainnya. Hanya anda yang siap bersaing yang bisa jualan sepatu di&lt;br /&gt;Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Problem Lover (Pencinta Masalah)&lt;br /&gt;Peluang sudah ada. Kesediaan dan kesiapan menanggung resiko telah OK. Maka&lt;br /&gt;ketika resiko itu telah benar-benar terjadi, anda harus menjadi pencinta&lt;br /&gt;masalah. Anda tidak menghindari masalah. Anda tidak sekedar menyelesaikan&lt;br /&gt;masalah. Anda mencintai masalah. Anda sadar bahwa masalah adalah pemungkin&lt;br /&gt;kesuksesan anda. Anda yakin atas satu hal : “My problem is so big, but it&lt;br /&gt;never big enough to stop me” . Maka anda selalu menjadi manusia yang lebih&lt;br /&gt;besar dari masalah yang anda hadapi. Masalah tidak membuat stress. Masalah&lt;br /&gt;justru membuat anda bersemangat luar biasa. Masalah tidak menakutkan bagi&lt;br /&gt;anda. Anda akan merasa tertantang untuk selalu menghadapi masalah yang&lt;br /&gt;membesar dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Team Work Player (Pekerja Tim)&lt;br /&gt;Anda manusia hebat. Bukan karena anda bisa mengerjakan semua hal. Tapi&lt;br /&gt;karena anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Kualitas sebagai team work&lt;br /&gt;player sangat penting bila anda ingin sukses dalam waktu yang cepat. Masalah&lt;br /&gt;yang terjadi bisa diselesaikan lebih cepat karena diselesaikan secara tim.&lt;br /&gt;Anggota tim hanya menyelesaikan bagian masalah yang menjadi keahliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuang mencapai sukses sendirian sebuah pilihan tragis. Waktu yang&lt;br /&gt;dibutuhkan sangat lama. Dalam rentang waktu yang lama itu, begitu banyak&lt;br /&gt;tekanan, masalah, kesedihan, dan kegagalan yang menggoda untuk berhenti&lt;br /&gt;berusaha. Dan ketika sukses itu diraih, anda tak punya waktu lagi untuk&lt;br /&gt;menikmati kesuksesan yang anda perjuangkan itu. Tragis bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya jadilah team work player. Jadilah hebat di satu atau beberapa&lt;br /&gt;bidang saja. Serahkan bidang-bidang lain pada orang-orang yang anda percayai&lt;br /&gt;dan memang hebat di bidang itu. Maka kemajuan pun diusahakan bersama. Anda&lt;br /&gt;pun bisa menikmati kesuksesan bersama-sama dengan teman-teman anda. Dan itu&lt;br /&gt;lebih nikmat dibanding menikmati sukses sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)&lt;br /&gt;Persaingan adalah keniscayaan. Anda senantiasa bersaing dalam meraih sukses.&lt;br /&gt;Maka hanya bagi anda yang siap bersaing lah yang layak meraih sukses. Bila&lt;br /&gt;anda tak bersedia bersaing, anda tak layak untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks,&lt;br /&gt;Cak Mun batam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-3122704410362772497?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/3122704410362772497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=3122704410362772497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3122704410362772497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3122704410362772497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/5-kualitas-hebat-yang-mensukseskan.html' title='5 KUALITAS HEBAT YANG MENSUKSESKAN'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-2097881911227377590</id><published>2011-07-13T18:41:00.001-07:00</published><updated>2011-07-13T18:44:18.215-07:00</updated><title type='text'>Terobsesi Go International dengan Dawet Cah Mbanjar</title><content type='html'>&lt;a href="http://ciputraentrepreneurship.com"&gt;http://ciputraentrepreneurship.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses mengembangkan usaha es dawet yang kini berjumlah lebih dari 220 gerobak dan beromzet Rp100 juta per bulan, pemilik gerai Dawet Cah Mbanjar, Hafiz Khairul Rijal terobsesi go international dengan bisnis minuman tradisional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1CrjOMcWIgc/Th5Jad_b7xI/AAAAAAAAACs/MHwZL7lTmB8/s1600/dawet-cah-mbanjar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1CrjOMcWIgc/Th5Jad_b7xI/AAAAAAAAACs/MHwZL7lTmB8/s320/dawet-cah-mbanjar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629017303335825170" /&gt;&lt;/a&gt;Berwirausahanya sepertinya sudah menjadi takdir bagi Hafiz. Ketika menjadi mahasiswa Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU), tahun 2002, Hafiz sudah merintis jadi wirausahawan. Pelbagai macam usaha ia lakoni, total ada 10 jenis, mulai dari laundry, katering, jualan ayam bakar, mie, kue lupis, hingga parfum dan handphone. Tapi, semuanya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafiz pun menjajal berjualan dawet. Ia bercerita, ide berbisnis dawet muncul saat bertemu tukang dawet yang mangkal di daerah Sukarame, Medan. Saat itu, Hafiz sekedar iseng bertanya omzet penjualan. Karena tergiur oleh cerita si penjual, ia segera mendatangi juragan dawet agar bisa bergabung. Pembuat es dawet setuju untuk memasok bahan baku dan menyewakan gerobak kepada Hafiz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski rugi di bulan pertama berdagang dawet, Hafiz tak menyerah. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau itu cobaan yang harus dilalui. Sebab, ia berikrar, bisnis dawet merupakan usaha terakhir. Tekadnya berbuah manis. Di bulan ketiga, usahanya laris manis meski ia harus mendorong sendiri gerobaknya dan sempat memeroleh cemoohan teman-temannya.  Hafiz tak mau ambil pusing dengan semua cibiran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang dua tahun menjalankan bisnis dawet, jumlah gerobak Hafiz pun terus bertambah hingga mencapai 19 unit pada 2008. Di tahun yang sama, Hafiz mendapat tawaran untuk membeli seluruh usaha dawet dari pemilik aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, Hafiz mengambil tawaran tersebut dan merogoh kocek Rp50 juta hasil pinjaman mertua. Setelah mendapat seluruh alat produksi, gerobak, dan juga resep rahasia, ia mulai mengibarkan usahanya dengan bendera Cah Mbanjar. Bukan tanpa sebab Hafiz mengusung merek ini. Dawet memang minuman asli Banjarnegara. Apalagi, pasokan gula kelapa untuk pemanis dawetnya tetap didatangkan langsung dari daerah di Jawa Tengah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya berkembang pesat dalam hitungan bulan. Bahkan usahanya diakui oleh sebuah bank swasta nasional. Dari situ, pria kelahiran Medan, 1978 ini berkenalan dengan para pengusaha muda lainnya, seperti pemilik Kebab Turki Baba Rafi dan Homy Group. "Untuk pengembangan kemitraan, saya belajar dari mereka," kenang Hafiz. Mulailah era baru bisnis penjualan dawet Hafiz. Ia mulai mewaralabakan bisnisnya dengan menggunakan bendera CV Djawara Fizta. Saat itu, ia pun menawari investor dana sebesar Rp6 juta untuk menjadi mitranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjangkau jaringan dan pasar yang lebih luas, Hafiz rajin mengikuti pameran hingga luar negeri seperti, pameran di Singapura dan Hongkong. Setelah merasa mantap dengan jaringan kemitraan es dawet, Hafiz pun berniat memperluas usahanya. Saat ini, Hafiz membuka gerai Cah Mbanjar di lokasi pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Cah Mbanjar The Outlet. Di tempat inilah berbagai makanan seperti bakso dan siomay, serta makanan lain disajikan. Hafiz berniat membuka Cah Mbanjar The Outlet dengan pengembangan sendiri, bukan dengan sistem waralaba. Lewat master plan The Outlet yang sudah terbentuk, Hafiz berniat membuat perusahaan makanan dan minuman kelas dunia yang tersebar di banyak negara. (*/surabayapost)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-2097881911227377590?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/2097881911227377590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=2097881911227377590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2097881911227377590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2097881911227377590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/terobsesi-go-international-dengan-dawet.html' title='Terobsesi Go International dengan Dawet Cah Mbanjar'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1CrjOMcWIgc/Th5Jad_b7xI/AAAAAAAAACs/MHwZL7lTmB8/s72-c/dawet-cah-mbanjar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-8852684206965304744</id><published>2011-07-12T04:03:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T04:07:49.290-07:00</updated><title type='text'>Pedagang Kecil Itu Juga Investor</title><content type='html'>&lt;a href="http://iibf-indonesia.com"&gt;http://iibf-indonesia.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-FbcWy5hmUaM/ThwqyzU6RUI/AAAAAAAAACk/pjYO8Q0YLng/s1600/Jokowi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FbcWy5hmUaM/ThwqyzU6RUI/AAAAAAAAACk/pjYO8Q0YLng/s320/Jokowi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5628420686566016322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesalahan pemahaman umum yang terjadi di Indonesia saat ini terhadap pengertian investor. Investor itu selalu identik dengan asing.   Kesalahan ini kemudian menjadi kesalahan lanjutan tentang investasi di Indonesia. Wilayah-wilayah yang seharusnya tidak boleh diberikan kepada asing justru hari ini telah dikuasai asing. “Tambang itu tidak boleh dimasuki asing, bank-bank tidak boleh asing. Tetapi hari ini 76% tambang di Indonesia sudah asing, 50,2% bank-bank nasional sudah dikuasai asing,” kata Joko Widodo, Walikota Solo di forum Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI), Solo, Jum’at petang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cara pandang seperti ini juga yang memunculkan sikap memusuhi pedagang kecil dan pedagang kaki lima karena dianggap mengganggu ketertiban dan keindahan kota. Penggusuran pedagang kecil sering dilakukan di berbagai kota di Indonesia dan sudah menjadi hal biasa. “Tetapi sejak 6 tahun terakhir hal semacam itu tidak akan pernah terjadi di Solo,” ungkap Joko. Pedagang kecil dan pedagang kaki lima itu menurut Joko juga adalah investor yang harus diperlakukan sama dengan pelaku ekonomi besar.  Maka ketika menjadi walikota Joko Wi langsung menolak permintaan Kepala Satpol PP untuk disediakan 600 pentungan dan 600 tameng. “Besok tameng dan pentungan yang masih ada masukkan ke dalam gudang dan kunci. Jangan pernah mengeluarkannya selama saya menjadi walikota,” katanya kepada Kepala Satpol PP itu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Joko menceritakan, 6 tahun menjadi walikota dia sudah membangun 15 pasar dan memindahkan 23 lokasi pedagang kaki lima. Dia tetap berprinsip bahwa pedagang kaki lima itu adalah pelaku ekonomi yang memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekeonomian daerah.   Masalahnya, keberadaan mereka sering tidak diakui dan tidak diatur.   Joko mengaku memang tidak menata pedagang kaki lima di kota Solo karena seringnya terjadi konflik antara pedagang dengan pemerintah kota. Ketika pertama kali menjadi walikota dan melihat kawasan kaki lima di Banjarsari, Joko sudah disambut dengan spanduk-spanduk yang bernada perlawanan.   Joko kemudian mengundang 40 paguyuban pedagang kaki lima di Banjarsari untuk makan malam bersama. Suasana tegang masih sangat terasa karena para pedagang sudah ancang-ancang menyiapkan pertanyaan dan jawaban jika terjadi dialog. “Tapi setelah selesai makan saya tidak tanya apa-apa dan acara ditutup. Mereka bertanya kok enggak ada apa-apanya ini pak?” kisah Joko Wi. “Tidak, saya hanya mengundang makan saja,” kata Joko mengenang. Seminggu setelah itu diundang lagi makan siang ke kantor walikota dan mereka diperlakukan sama seperti para pengusaha besar.   Tidak ada dialog, dan acara kembali ditutup begitu setelah makan selesai.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah 53 kali diundang makan, para pedagang dikumpul semua. “Saya ingin memindahkan lokasi Banjarsari ke lokasi yang lebih baik,” kata Joko Wi. Para pedagnag itu diam dan tidak memberi reaksi apa-apa. Joko sebenarnya hanya ingin mengetahui apa yang mereka rasakan, mereka takutkan dan apa yang mereka inginkan. Pedagang minta jalan diperlebar dan 9 trayek angkutan kota harus melalui kawasan yang baru. “Mereka itu khawatir jika tidak ada pembeli dan dagangannya sepi,” ungkap Joko. Maka kepada para pedagang, Joko mengatakan akan mengiklankan di TV lokal selama 4 bulan, iklan koran selama 4 bulan dan pemasangan spanduk dan baliho selama 4 bulan. Akhirnya pedagang menerima dan bersedia pindah dengan merobohkan sendiri tenda dan lapak-lapaknya. “Saat pindah mereka diarak dengan kereta kuda dan dibuat seperti arak-arakan festival. Saya kira tidak ada pemindahan kaki lima seperti di Solo ini,” kata Joko bangga.    Pedagang yang menempati kios-kios itu diberikan secara  gratis dan hanya dikenakan membayar restribusi Rp. 2.500 per hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa  pedagang kaki lima itu selalu mengambil tempat public? Menurut Joko, selama ini mereka tidak pernah diberi tempat yang layak untuk berdagang. Dan selama ini para pedagang tidak pernah ditunjukkan apa yang benar.   Di tangan seorang Joko Wi, pedagang kaki lima tidak hanya ditempatkan di tempat yang layak tetapi juga diberikan pelatihan kewirausahaan, bagaimana mengelola keuangan, menyusun laporan, dan mengelola usahanya. Joko membatasi berdirinya mal-mal dan super market di kota Solo. “Jika pasar-pasar tradisional dibunuh dan diganti dengan mal-mal besar millik para pemodal besar, lantas pembangunan ini untuk siapa?” kata Joko dengan nada tanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasar dan terminal yang sering dianggap sebagai tempat yang kumuh dan rawan dengan premanisme, di tangan seorang Joko Wi menjadi lebih ramah dan bersahabat. Untuk tujuan itu, Joko Wi kemudian mengganti Kepala Satpol PP dan kepala terminal kota Solo dengan petugas perempuan.   Joko mengatakan tidak ingin membuat Solo seperti Jakarta. Jakarta yang pernah memiliki 84 pasar tradisional hari ini tinggal 23 unit saja. Yang lainnya sudah berubah menjadi mal-mal, tempat yang membuat warga hidup sangat konsumtif dan juga tidak ramah dengan para pengusah kecil dan menengah. (AA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-8852684206965304744?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/8852684206965304744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=8852684206965304744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8852684206965304744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8852684206965304744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/pedagang-kecil-itu-juga-investor.html' title='Pedagang Kecil Itu Juga Investor'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FbcWy5hmUaM/ThwqyzU6RUI/AAAAAAAAACk/pjYO8Q0YLng/s72-c/Jokowi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-3819881054493368413</id><published>2011-07-11T05:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-11T05:23:33.305-07:00</updated><title type='text'>Langkah Memulai Bisnis yang Sukses</title><content type='html'>&lt;a href="http://ciputraentrepreneurship.com"&gt;http://ciputraentrepreneurship.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 29 Juni 2011 09:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki ide bisnis yang brilian? Tidak ada salahnya Anda mulai mewujudkannya. Dengan mempunyai bisnis sendiri, Anda bisa punya waktu yang lebih fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa tips yang dapat Anda siapkan ketika memulai bisnis:&lt;br /&gt;1 Jangan takut mulai dari yang kecil&lt;br /&gt;Salah satu yang membuat orang takut untuk berbisnis adalah karena tak punya modal banyak. Jika modal adalah halangan, jangan menyerah. Realistis saja soal modal yang memang Anda miliki. Cobalah kreatif untuk mendanai bisnia Anda, seperti dengan berkantor di rumah, barter dan menggunakan jejaring sosial untuk memasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan hanya kerjakan tugas yang disuka&lt;br /&gt;Sebagai pebisnis, Anda akan diharuskan bisa mengerjakan semuanya. Belum tentu semua pekerjaan itu Anda sukai. Beberapa tugas bisa jadi belum Anda kuasai. Cari tahu bagaimana agar Anda bisa bertahan dan coba cari alternatif lain misalnya dengan mempekerjakan orang lain atau minta bantuan keluarga dan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belajar berkata tidak&lt;br /&gt;Berkata tidak memang terkadang menjadi tidak nyaman diucapkan. Namun saat sudah menjadi pebisnis, setiap kali Anda berkata 'iya', hal itu berarti Anda berkata 'tidak' untuk diri sendiri dan prioritas Anda. Untuk menjadi pebisnis yang sukses, belajarlah berkata tidak. Perlu diingat, klien Anda lah yang harus diprioritaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan lupakan aspek hukum&lt;br /&gt;Meski Anda mulai dengan bisnis yang kecil, jangan pernah melupakan aspek hukumnnya. Banyak pemilik bisnis kecil memilih mendirikan bisnisnya dengan menjadi sebuah Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) untuk melindungi aset dan kepemilikan perusahaan mereka. Dengan menjadikan bisnis Anda menjadi PT, itu pun akan menambah kredibilitas di mata konsumen dan partner. Memang untuk membuat PT cukup mahal, jadi tidak masalah jika Anda butuh waktu untuk melakukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-3819881054493368413?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/3819881054493368413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=3819881054493368413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3819881054493368413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3819881054493368413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/langkah-memulai-bisnis-yang-sukses.html' title='Langkah Memulai Bisnis yang Sukses'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-5814808583627060820</id><published>2011-07-07T18:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-07T18:15:51.890-07:00</updated><title type='text'>Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bisnis Anda Menurun</title><content type='html'>&lt;table style="font-size: 13px;" size="1" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-size: 13px;" size="1"&gt;&lt;td style="font-size: 13px;" size="1" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;img size="1" style="margin-right: 5px; float: left; font-size: 13px;" alt="bis_met" src="http://ciputraentrepreneurship.com/images/stories/images/bis_met.jpg" width="300" height="169" /&gt;Roda  kehidupan pasti selalu berputar, terkadang kita berada di atas, dan  tidak luput dari posisi di bawah. Begitu pula terhadap bisnis yang  sedang dijalani oleh Anda. Sebaik apapun pengelolaan sebuah bisnis, ada  saja kendala yang musti dihadapi saat menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  pengusaha, tidak jarang keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan  emosi atau perasaan semata. Menyerah bukanlah jalan keluar dari  permasalah bisnis yang sedang Anda hadapi saat ini. Berikut adalah tips  yang dapat membantu jika bisnis yang telah Anda rintis tengah meluncur  ke bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Menyerah? No way!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jangan  keburu menyerah dahulu. Susun kembali prioritas dalam bisnis Anda.  Tuliskan satu persatu secara cermat dan teliti apa saja yang menjadi  target bisnis Anda ke depan. Kembalilah ke awal mula rencana Anda  mendirikan bisnis tersebut. Terkadang Anda bisa saja melewatkan suatu  hal di belakang, yang membuat usaha Anda meluncur ke arah kebangkrutan.  Segeralah bertindak, sebelum semakin terpuruk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Introspeksi cepat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Introspeksilah  diri Anda sebagai pemimpin usaha. Apakah Anda tipe pemimpin yang mudah  percaya pada semua pegawai Anda, tanpa Anda mau terjun langsung dalam  pengelolaan? Seringnya, kehancuran sebuah bisnis atau usaha, adalah  ketika sang pemilik hanya bisa menjadi pemodal saja, dan enggan untuk  terjun langsung mengotori tangan untuk tahu seluk-beluk industri dalam  bisnis yang dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saja bisnis salon, Anda perlu  tahu update terkini mengenai dunia fashion dan hairstylist. Jangan  menyerahkan saja pada manajer salon yang Anda pilih. Lalu, setelah bekal  pengetahuan itu, Andapun jadi dapat mengikuti tren pasar yang  berubah-ubah tanpa ketinggalan mode yang sedang "in" saat ini. Lakukan  inovasi berbeda, juga promosi. Asahlah terus kemampuan Anda. Jika  diperlukan, ambilah kursus singkat yang tidak terlalu menyita waktu,  bila Anda juga seorang pekerja kantoran. Yang terpenting bagilah waktu  dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Business review&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Melakukan  review atau peninjauan ulang terhadap manajemen bisnis sangatlah  penting dilakukan. Apalagi jika sudah lama Anda lalai melakukannya, atau  mempercayakan begitu saja pada pegawai yang Anda andalkan. Mulailah  melakukan review awal dan mencari sumber permasalahan dari turunnya  usaha yang Anda rintis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah konsumen sudah tidak puas terhadap  layanan jasa di salon Anda, ataukah kualitas dari produk yang Anda jual  sudah tidak baik, dan apakah usaha Anda tidak melakukan inovasi dan  terobosan baru seiring berkembangnya permintaan pasar –sehingga pasar  pun meninggalkan produk Anda karena dinilai terlalu ketinggalan zaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  ternyata semua telah sesuai Anda lakukan, namun tetap terjadi kebocoran  di dana operasional usaha Anda, maka mulailah mempertanyakan kesetiaan  setiap pegawai andalan Anda. Apakah ada di internal yang melakukan  korupsi, atau penggelapan, serta menyalahgunakan kepercayaan yang telah  Anda berikan? Nah, cobalah segera lakukan tahap demi tahap secara sabar  namun cepat. Setelah menemukan inti permasalahannya, segeralah  bertindak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Action!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bertindaklah  sesuai dengan yang diperlukan. Jika Anda telah temukan inti dari  permasalahan yang dihadapi oleh bisnis Anda, jangan tunda untuk  mengambil langkah cepat guna perbaikan. Bila pegawai internal Anda yang  bermasalah, entah itu penggelapan uang, tidak memberikan servis secara  prima sehingga konsumen mengeluh, hingga produk yang ketinggalan zaman.  Rumuskanlah strategi baru bagi bisnis Anda ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah  kembali inovasi dan promosi yang akan memancing konsumen tertarik dan  kembali kepada Anda. Ubahlah susunan organisasi internal Anda. Bila Anda  merampingkan jumlah pegawai, pilihlah pegawai yang memiliki visi dan  misi sama seperti Anda, yakni bersama memajukan bisnis yang dikelola.  Untuk itu pun diperlukan kebijaksanaan dari Anda sebagai pemilik untuk  turut serta juga memerhatikan kesejahteraan semua pegawai Anda yang  telah sama-sama merintis membantu usaha Anda bangkit kembali. Janganlah  lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Prioritas itu penting&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam  hal bisnis, perputaran uang sangatlah penting dan menjadi poros  keberlangsungan usaha Anda. Oleh karenanya, bila usaha Anda mulai  mengalami penurunan segeralah merekap semua hal yang berhubungan dengan  perputaran uang tersebut. Terutama yang berkaitan dengan biaya  operasional, dimana Anda wajib membayar semua gaji, tagihan listrik,  tagihan telepon, transportasi, termasuk pembelian bahan-bahan dasar guna  keperluan pembuatan produk Anda. Jika sudah demikian, buatlah  prioritas, mana dana yang musti dipangkas, dan mana dana yang musti  dipertahankan agar tetap berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Prospecting&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Susunlah  rencana untuk melakukan prospecting atau target sasaran dari bisnis  Anda. Buatlah klasifikasi dari target Anda, dan kenalilah siapa pasar  yang akan Anda prospek tersebut. Misalnya, saja, review-lah harga jual  Anda, sesuaikan dengan pasar terkini atau sesuai dengan target konsumen  yang berada di sekitar toko Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancanglah paket-paket promosi  yang akan menarik target tersebut dengan harga cantik yang kompetitif.  Tentunya tidak luput dari kualitas produk yang tetap dipertahankan.  Buatlah brosur, spanduk baru dengan tampilan baru menarik termasuk  dengan promosinya yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;Gunakan alat promosi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di  era social media yang sedang booming saat ini, jangan sampai Anda  ketinggalan. Selain melakukan promosi secara tradisional, lakukanlah  dengan social media seperti Facebook dan Twitter. Update-lah  produk-produk Anda, dan lakukan soft selling dengan menggunakan media  tersebut. Kemudian, buatlah website Anda menjadi alat yang memudahkan  konsumen mengenal bisnis Anda walaupun berada di kota berbeda sehingga  mereka bisa melakukan order lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, jangan sampai  strategi marketing yang Anda lakukan justru membuat calon konsumen  terganggu dengan promosi produk atau jasa Anda secara bertubi-tubi.  Lakukan dengan elegan, tentunya.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-size: 13px;" size="1"&gt;&lt;br /&gt;Networking&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Binalah  kerjasama dengan sesama teman pebisnis lainnya. Bertukar pikir atau  berdiskusi dengan mereka akan sangat membantu, lho. Karena, Anda akan  mendapatkan input-input tambahan guna memajukan kembali bisnis Anda yang  tengah terpuruk. Ikutilah seminar-seminar bisnis, dan jalinlah hubungan  profesional dengan sesama pebisnis. Selain itu bisa juga Anda bergabung  dengan asosiasi perkumpulan pebisnis. Dimana setiap saat Anda akan  dibantu pemikiran dan solusi dari setiap tantangan dan rintangan dari  mengelola sebuah bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu apa lagi, segeralah bertindak dan naiklah kembali ke puncak sukses Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari &lt;a href="http://www.ciputraentrepreneurship.com"&gt;http://www.ciputraentrepreneurship.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(*/Tabloid Nova)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-5814808583627060820?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/5814808583627060820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=5814808583627060820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/5814808583627060820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/5814808583627060820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/apa-yang-harus-dilakukan-ketika-bisnis.html' title='Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bisnis Anda Menurun'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-2505597633535812445</id><published>2011-07-06T18:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T18:24:56.018-07:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Menyerah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ciputraentrepreneurship.com"&gt;http://www.ciputraentrepreneurship.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Senin, 14 Juni 2010 15:12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan dapat diibaratkan sama dengan kesembuhan. Jika Anda sakit dan ingin sembuh, maka segala cara akan Anda tempuh. Termasuk minum obat yang pahit, merasakan sakitnya disuntik, bahkan mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuk pengobatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Anda rela melakukan apapun juga, sekalipun itu tidak enak, untuk sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang olahragawan yang ingin meraih juara harus rajin latihan. Seorang ibu yang ingin melahirkan bayinya harus melewati proses persalinan yang menyakitkan. Seorang siswa yang ingin lulus harus melewati ujian terlebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan lahir justru dari proses yang tidak enak. Jika Anda menolak hal-hal yang menimbulkan sengsara, maka berarti Anda menolak yang namanya kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tidak suka menyapu, maka jangan berharap untuk memiliki rumah yang bersih. Jika Anda tak mau bekerja lebih keras, maka jangan harap Anda akan naik jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh yang namanya kesuksesan dan seringkali harganya itu mahal, perjuangannya itu berat, kesulitan yang menghadang itu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda akan menyerah? Seorang yang mudah menyerah sangat dekat dengan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mudah menyerah! Jika Anda tidak suka, lakukan saja jika hal itu memang harus dilakukan. Jangan terlalu mengenakkan ego kenyamanan Anda! Jika Anda jatuh, maka bangkitlah lagi, jangan terpuruk dalam kegagalan dan rasa mengasihani diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kesuksesan ada dalam genggaman Anda jika Anda mau melakukan hal yang Anda tidak ingin lakukan dan menaklukkan ego Anda. Kesuksesan berarti tekun melakukan yang harus dilakukan sekalipun Anda tidak menyukainya. (*/dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-2505597633535812445?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/2505597633535812445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=2505597633535812445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2505597633535812445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2505597633535812445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/jangan-pernah-menyerah.html' title='Jangan Pernah Menyerah'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-502584091804263724</id><published>2011-07-04T18:43:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T22:20:41.136-07:00</updated><title type='text'>Sukses Setelah “Bakar Kapal”</title><content type='html'>&lt;div class="uiAttachmentTitle" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:11}"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150246235379835.341441.246167004834"&gt;Majalah Pengusaha Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;Suherman Wiriadinata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental block sering menghalangi&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;  karyawan yang ingin pindah haluan jadi usahawan. Jurus “bakar kapal”  salah satu cara memecahkan mental block. Untuk sebagian orang berhasil,  termasuk Suherman Wiriadinata yang sukses mendirikan dan mengelola empat  bisnisnya, setelah mengundurkan diri dari sebuah department store di  Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan seorang karya-wan berpindah  kuadran menjadi usahawan. Selain mempersiapkan diri dengan membuka usaha  sampingan selama bekerja atau membeli franchise, sengaja mengundurkan  diri dan langsung menceburkan diri dalam dunia bisnis. Tak ada pilihan  yang salah atau benar. Pasalnya, apa pun pilihannya, tentu punya plus  minusnya.&lt;br /&gt;Bila mempersiapkannya dengan matang semenjak menjadi  karyawan, saat terjadi kegagalan, sumber keuangan pribadi masih terkucur  dari gajinya sebagai karyawan. Pun, masih ada kesempatan untuk belajar  lagi hingga akhirnya bila telah yakin tinggal mengundurkan diri dari  perusahaannya. Namun hal ini tentu butuh waktu dan proses yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,  jiwa seorang pengusaha itu sejatinya harus tahan banting dan berani  menerima resiko. Setidaknya, pengalaman sejumlah pengusaha sukses telah  membuktikan jatuh bangun terlebih dahulu baru bisa menuai keberhasilan.  Hal ini juga dilakukan oleh Suherman Wiriadinata, yang berani keluar  dari perusahaan department store Amerika Serikat untuk kembali ke  Indonesia menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena diminta balik ke tanah  air oleh orang tuanya, lulusan S1 Textile Engineering Philadelphia  University Amerika Serikat ini, melihat Indonesia adalah tempat yang  tepat untuk menjadi pengusaha. “Di sini peluang untuk maju sangat besar.  Namun bila ingin mengejar karir, ya, tempatnya di Amerika karena  negaranya maju,” ujar pria kelahiran Bandung ini.&lt;br /&gt;Ia mengawali  petualangan menjadi pengusaha dengan melanjutkan usaha tekstil orang  tuanya di kota Bandung. Tak lama kemudian ia memberanikan diri membuka  usaha garmen. “Saya waktu itu mengelola dengan konsep profesional karena  saya tak menguasai betul bidang ini. Namun akhirnya gagal, karena yang  saya kuasai hanya bikin kainnya saja,” kisahnya sembari melanjutkan,  membuat usaha itu gampang tetapi tantangan terbesarnya adalah bagaimana  agar membuat sumber daya manusia yang bekerja itu handal dan bermoral  bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia menganggap kegagalan itu sebagai sebuah pelajaran  walau sempat frustrasi. Karena ia selalu berpikir positif, ia pun tidak  kapok untuk memulai usaha yang lain. “Karena saya sudah merasakan  kegagalan dan stres, saya anggap itu ujian, bila saya memulai usaha lagi  pasti hal-hal seperti itu tak akan menjadi persoalan lagi bagi saya,”  lanjutnya. Alhasil, setelah itu beberapa usaha yang ia rintis maupun  partnership dengan rekan-rekannya mulai menoreh sukses. Sebut saja, ia  menjadi master franchise edari minuman Taiwan bermerek I-Cup Bubble Tea,  gerai Clothing Redux dan produksi clothing bermerek Redux Absolut, jasa  bordir (WAW), Balai Lelang Bandung hingga usaha rental kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  berpendapat, tak semua karyawan bisa mengikuti jejaknya. Banyak hal  yang menjadi kendala. Misalnya, mental karyawan yang sudah puas dan  merasa nyaman dengan penghasilannya. “Sopir saya misalnya, dia sudah  merasa cukup dengan gajinya, sampai dia meninggal. Tetapi ada karyawan  yang berkategori kreatif yang tidak tahan bila duduk di belakang meja  saja. Senang sesuatu hal yang baru dan punya jiwa ingin terus belajar.  Jiwa seperti itu sangat cocok menjadi pengusaha. Atau menjadi karyawan  saja sudah bisa disebut pengusaha bila dalam dirinya sudah ada jiwa  entrepreneurship sehingga dia ikut membuat perusahaannya maju,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Suherman, banyak faktor yang membuat pengusaha itu sukses dalam  menjalankan bisnisnya. Selain ketekunan dan tahan banting, network yang  luas juga sangat diperlukan. “Kita harus membiasakan diri berpola pikir  terasah sehingga setiap ada problem tahu bagaimana solusinya. Menjadi  pengusaha di Indonesia tak bisa disamakan dengan pengalaman kerja saya  di Amerika karena kondisinya sudah berbeda,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi  lain, kata dia, sebetulnya untuk menjadi seorang pengusaha tak ada kata  nekat atau “bakar kapal” bagi seorang karyawan. “Sebetulnya bukan arti  kata nekat tetapi manajemen resiko. Apa pun yang kita lakukan pasti  dapat hikmahnya. Lihat dari sudut pandang positif. Kalau orang yang  konservatif mungkin hanya akan menginvestasikan sebagian kecil dari uang  yang dimilikinya. Misalnya punya uang Rp100 juta, maka untuk modal  usaha ia hanya akan menggunakan Rp10 juta, sehingga bila rugi, masih ada  sisanya. Tapi kalau dicemplungkan Rp100 juta, hidup matinya di sana,  mungkin dia lebih serius, sehingga kemungkinan berhasilnya sangat  besar,”ucap suami Cherryl M Gunawan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kegagalan itu  adalah kesuksesan tertunda. “Gagal itu proses, sukses tertunda. Bukan  nekat yang penting mau coba nggak. Gagal ya jangan kapok. Coba lagi,  mungkin akan terbuka lagi peluang lain. Bila gagal anggap saja itu  sebagai biaya belajar, atau  asset network dari menjalankan bisnis itu  bisa menjadi modal untuk usaha selanjutnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;Faktor dominan  yang mem-buatnya berhasil, ia melanjutkan, adalah pengalaman dan network  yang kian luas. “Karena menurut saya, berhasil dalam bisnis itu  relatif, bisa berhasil bertahan. Karena pengusaha besar yang usahanya  jatuh bangun pun tak pernah jatuh miskin karena sebelumnya sudah punya  network dan kemampuan untuk bangkit kembali,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boks:&lt;br /&gt;Suherman  Wiriadinata memutuskan keluar dari pekerjaannya dengan posisi yang  cukup bagus di sebuah department store di Amerika Serikat. Alumnus S1  Textile Engineering dan S2 International Business di University of  Philadelphia, Amerika Serikat ini belajar menjadi pengusaha dengan  berani gagal terlebih dahulu, sehingga kemudian sukses mengembangkan  bisnis beberapa brand di kota Bandung, di antaranya sebagai master  franchise I-Cup Bubble Tea, Balai Lelang Bandung, WAW, Outlet Redux dan  clothing Redux Absolut serta usaha rental kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips:&lt;br /&gt;• Berani mengambil resiko&lt;br /&gt;• Perluas network&lt;br /&gt;• Anggap kegagalan sebagai biaya untuk belajar&lt;br /&gt;• Bila masih menjadi karyawan, anggaplah Anda sebagai pengusaha dari  perusahaan tempat Anda bekerja&lt;br /&gt;• Berpikir positif&lt;br /&gt;• Tekun&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-502584091804263724?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/502584091804263724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=502584091804263724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/502584091804263724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/502584091804263724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/07/sukses-setelah-bakar-kapal.html' title='Sukses Setelah “Bakar Kapal”'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-4885716251282792683</id><published>2011-05-15T19:19:00.001-07:00</published><updated>2011-05-15T19:21:03.204-07:00</updated><title type='text'>Aku Malu…</title><content type='html'>&lt;div class="post_meta"&gt;               By &lt;a href="http://www.jamilazzaini.com/author/jamilazzaini/" title="Posts by jamilazzaini"&gt;jamilazzaini&lt;/a&gt; &lt;span class="dot"&gt;⋅&lt;/span&gt; May 16, 2011 &lt;span class="dot"&gt;⋅&lt;/span&gt;   &lt;a href="http://www.jamilazzaini.com/aku-malu/#comments"&gt;Post a comment&lt;/a&gt;              &lt;/div&gt;       &lt;div class="post_meta"&gt;                            &lt;/div&gt;                   &lt;div class="post_text"&gt;                &lt;p&gt;Pernahkah Anda memiliki hanya sedikit uang? Bila  pernah, bagaimana perasaan Anda ketika itu? Apa yang Anda lakukan? Saya  yakin perasaan Anda kurang nyaman, khawatir bila tiba-tiba ada kebutuhan  mendadak. Pasti Anda juga sangat berhati-hati menggunakan uang yang  ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di saat yang sama, boleh jadi Anda berupaya bagaimana caranya agar  uang yang sedikit itu bisa bertambah dan meningkat menjadi lebih banyak.  Alasannya sederhana, karena Anda menginginkan kehidupan yang lebih  baik. Sebab, era dimana ide kapitalisme menguasai dunia saat ini, hampir  semua aktifitas harus menggunakan uang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan uang lebih banyak, lebih banyak pula hal yang bisa Anda  lakukan. Lebih banyak kenikmatan dunia yang bisa Anda beli dan lebih  banyak pula yang bisa Anda berikan kepada orang lain. Lebih bebas juga  untuk melakukan kegiatan spiritual yang memerlukan dana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Insan SuksesMulia, itu tadi tentang uang, lalu bagaimana dengan amal kebaikan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya amal kebaikan pun sama seperti uang. Saldonya bisa  bertambah dan juga bisa berkurang. Amal kebaikan yang banyak, kelak bisa  mengantarkan Anda pada balasan terindah dari Yang Maha Kuasa. Selama  hidup di dunia pun, amal kebaikan Anda bisa menjadi pelumas yang  memudahkan segala urusan dan tujuan Anda. Sedangkan dengan amal kebaikan  yang sedikit menjadikan semua urusan dan tujuan hidup kian terasa sulit  dan berat untuk diraih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, jika demikian, bagaimanakah perlakuan kita terhadap amal  kebaikan? Apakah kekhawatiran kita  mampu menyamai kekhawatiran akan  uang? Ketika uang kita sedikit, ketika begitu khawatir, berhati-hati dan  berupaya meningkatkan saldo uang yang kita miliki, apakah dengan amal  kebaikan pun sama? Sudahkah kita begitu khawatir bahwa amal kebaikan  kita masih sedikit, sehingga kita pun berhati-hati dan berupaya agar  amal kebaikan kita bisa semakin bertambah setiap harinya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari kita renungkan sejenak.  Seberapa besar amal kebaikan kita saat  ini? Apakah amal kebaikan kita sudah cukup untuk menjadi bekal bagi  kehidupan nanti? Sudah cukupkah amal kebaikan itu untuk membeli tempat  yang paling nyaman di kehidupan nanti? Kira-kira dengan amal kebaikan  kita saat ini, dimana dan pada tingkatan seperti apa kita pantas  bermukim di kehidupan setelah mati?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah, betapa malunya aku kepada-Mu. Rasanya amal kebaikanku saat  ini belum cukup untuk kutukar dengan tempat dan suasana yang aku impikan  di kehidupan nanti. Sejujurnya, Aku malu!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Silahkan dishare tulisan ini bila menurut Anda manfaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingin ngobrol dengan saya di twitter? &lt;a href="http://twitter.com/#%21/jamilazzaini"&gt;Follow saya: @jamilazzaini &lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam SuksesMulia!&lt;/p&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-4885716251282792683?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/4885716251282792683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=4885716251282792683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4885716251282792683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4885716251282792683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2011/05/aku-malu.html' title='Aku Malu…'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-1090790197142819546</id><published>2009-05-29T02:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T02:40:48.139-07:00</updated><title type='text'>Howard Schultz, Kisah Secangkir Kopi Yang Mendunia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa yang akan Anda lakukan jika ide Anda ditolak dan dilecehkan-bahkan dianggap gila-oleh 217 orang dari 242 yang diajak bicara? Menyerah? Atau malah makin bergairah? Jika pilihan terakhir ini yang Anda lakukan, barangkali suatu saat, sebuah impian membuat bisnis kelas dunia bisa jadi milik Anda. &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;Yah, itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yang dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks. "Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau? Ya ampun, apakah Anda kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi," itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat menelurkan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku otobiografinya yang ditulis bersama dengan Dori Jones Yang- Pour Your Heart Into It; Bagaimana Starbucks Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir-Howard menceritakan bagaimana ia merintis "cangkir demi cangkir" dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat getol mempelajari tentang kopi yang berkualitas. Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Howard pun memutuskan bergabung dengan Starbucks, yang kala itu baru berusia 10 tahun. Ia pun segera bisa dekat dengan Jerry Baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru. Meski begitu, Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan Starbucks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Howard Schultz datang dengan ide cemerlang. Ia mendesak Jerry untuk mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan dan pertengkaran yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Jerry menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang terjerumus dalam utang sehingga tidak akan mampu membiayai perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian keseharian yang harus dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad itu terwujud--dan bahkan--dengan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu tak berhenti dengan terbelinya Starbucks. Saat terjadi akuisisi, ia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya. Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, ia merangkul karyawan dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan makin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dibantu dengan CEO yang diperbantukannya, Orin C Smith, Howard berhasil mengembangkan Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Ia juga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Howard terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard Schultz adalah gambaran kegigihan seseorang dalam mewujudkan ide. Meski diremehkan pada awalnya, Howard tetap bertahan dan akhirnya membuktikan bahwa dengan tindakan nyata, semua ide bisa menjadi nyata. Kepedulian yang ditunjukkan dengan "memanusiakan" semua karyawannya juga telah membuatnya makin disegani sehingga mampu terus memperbesar usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicukil dari &lt;a href="http://www.yukbisnis.com"&gt;www.yukbisnis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-1090790197142819546?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/1090790197142819546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=1090790197142819546' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/1090790197142819546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/1090790197142819546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/05/howard-schultz-kisah-secangkir-kopi.html' title='Howard Schultz, Kisah Secangkir Kopi Yang Mendunia'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-6866361443075006217</id><published>2009-05-09T19:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T19:09:06.751-07:00</updated><title type='text'>Bangkit bersama Lele</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Shandy Steven, Pemilik Pondok Tibelat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  Shandy Stevan meninggalkan jabatan manajer di hotel bintang empat, beralih ke usaha budidaya ikan. Ia pernah berjaya, tapi pernah juga terpuruk rugi sampai Rp250 juta. Tak punya modal, ia turun mencangkul sendiri membuat kolam ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu Shandy Stevan tampak bersahaja. Penampilannya sekarang beda 180 derajat dengan beberapa tahun silam. Dulu, pria ini selalu tampil rapi karena ia sebagai Night Duty Manager di hotel berbintang empat di Batam. Saat kerja di hotel, kadang tamu-tamu hotel suka minta dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Minta dicarikan teman ngobrol. Mau tak mau harus dilayani. Saya telpon penyedianya. Mau yang kayak gimana, belasan tahun, semuanya ada, tinggal telepon. Tapi setelah punya anak, hati saya berontak, makanya saya pilih keluar dan usaha sendiri,” ujar lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha budidaya ikan Pondok Tibelat (sesuatu yang tak bisa dilupakan-red) di Sei Temiang bermula dari usaha ikan lele coba-coba di rumahnya di Legenda Malaka dengan kolam lele ukuran 14 meter persegi. Usahanya berhasil, hanya tiga bulan panen 1 ton lele. Tidak lama setelah itu ia mengalihkan usahanya ke Rindu Alam, depan perumahan Mediterania karena mendapat investasi dari orang Singapura Rp100 juta. Panen pertama berhasil. Iapun mengembangkan usaha kolamnya, dari 8 kolam menjadi 30 kolam ikan lele dengan dana tambahan dari hasil menjual rumah yang ditinggalinya. ”Kalau ditotal habis Rp250 juta untuk 30 kolam ikan di Rindu Alam,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, panen ke dua dan selanjutnya gagal total. Penyebabnya hama alam, seperti ular, burung pemangsa ikan dan hama ”kepala hitam”. ”Mereka mencuri ikannya sebelum kita memanennya. Ternyata anak buah saya sendiri pelakunya,” ujar pria asal Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya kian terpuruk saat ada penggusuran di Rindu Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iapun memindahkan 150 ribu ikan lelenya ke Barelang, jembatan IV dengan menyewa lahan pada seseorang. Di sana ia membangun kolam ikan lagi. Investor Singapura mau kucurkan dana Rp1 miliar. Sayangnya, dana itu tidak cair karena lahannya bermasalah. Usaha kolam ikan di Barelang cuma berjalan enam bulan. Musibah kembali datang, satu pekan sebelum panen anak buahnya kabur setelah memanen ikan lelenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untunglah saya punya mantan pacar (istri-red) yang baik. Kalau tidak ada dia, mungkin waktu itu saya jadi gila. Sudah habis-habisan sampai jual rumah, jual kendaraan, tapi tidak ada hasil,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kebingungan itu, tiba-tiba ia teringat. Dulu saat digusur dari Rindu Alam ia dijanjikan Otorita Batam akan mendapatkan lahan pengganti. Ia ke OB dan langsung dapat lahan di Sei Temiang, tempat usahanya sekarang. Karena habis modal, iapun turun mencangkul sendiri untuk membuat kolam ikan. Di atas lahan 2 hektare itu, sekarang ada 27 kolam. Kolamnya berisi berbagai macam ikan, ada lele, nila, gurame, bawal tawar, ikan mas, patin, ikan hias dan ikan koi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang, Alhamdulillah satu bulan bisa panen 1,5 ton lele, 500 kg ikan emas, 300 kg ikan gurame, 500 kg ikan Nila,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hasilnya bisa  5-6 kali lipat gaji manajer hotel dulu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steven tidak hanya menjual ikan-ikan yang siap dikonsumsi, tapi juga menjual bibit ikan. Menurutnya justru 70 persen penghasilannya berasal dari penjualan bibit ikan. ”Kalau bibit ikan bisa setiap hari jual, kalau panen ikan sebulan sekali,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kolam ikannya juga dikembangkan sebagai tempat pemancingan. Di kolam lainnya ia membangun saung untuk tempat beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya ada kerjasama dengan hotel, jadi para turis bisa datang ke sini. Mereka bisa menikmati suasana kampung,”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam ikannya juga sering dikunjungi anak TK. Anak-anak itu pulang membawa bibit ikan, satu ikannya dijual Rp2500. Selain usaha ikan, Steven juga pernah usaha ternak ayam potong, tapi kolaps karena jatuhnya harga ayam gara-gara ada flu burung. Ia juga pernah usaha lembaga kursus. Tapi ditipu rekan kerjanya dan modal investasi sebesar Rp30-an juta -pun menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya pengalaman berkali-kali dikhianati rekan kerja dan anak buah, kini usaha kolamnya dipantau sendiri 24 jam. Steven memilih tinggal di dekat kolam. ”Kerja seperti ini 24 jam. Apalagi pas hujan malam hari. Kita harus turun untuk membuka kolam, supaya tidak banjir,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steven tidak hanya tinggal sendiri, tapi ditemani istrinya Nur Hafsah, mantan manager front office hotel berbintang di Batam. Juga bersama lima anaknya Gita (9), Karin (7), Jason (6), Caroline (2) dan si jabang bayi. Karena senang tinggal di kolam, rumahnya di Anggrek Mas dan Taman Lestari ia kontrakan ke orang lain. ”Tinggal di sini enak, kekeluargaan dengan tetangga tinggi. Beda sekali dengan di perumahan. Sama tetangga kiri kanan tidak saling kenal,” ujarnya. ( Sumber : Batam Pos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari www.yukbisnis.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-6866361443075006217?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/6866361443075006217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=6866361443075006217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/6866361443075006217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/6866361443075006217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/05/bangkit-bersama-lele.html' title='Bangkit bersama Lele'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-5722063219330263000</id><published>2009-04-17T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T21:09:57.174-07:00</updated><title type='text'>MESRA DENGAN KESEDIHAN…..</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tidak ada kehidupan yang tidak diwarnai oleh kesedihan. Diundang maupun tidak, ia akan senantiasa datang. Dalam banyak kejadian ( baik melalui bencana, ditinggal oleh orang terkasih, kegagalan dsb) bahkan terbukti , semakin ia dibenci dan ditakuti, semakin ia senang dan rajin berkunjung ke diri kita. Maka, sengsaralah hidup mereka yang membenci kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahlil Gibran pernah menulis cantik tentang hakikat kesenangan dan kesedihan.Menurut penulis sufi ini, kesenangan adalah kesedihan yang terbuka kedoknya.Dan, tawa serta air mata datang dari sumber air yang sama. Lebih dari itu,semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa, maka semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan. Bahkan Kahlil Gibran sampai dalam pemahaman yang lebih dalam. Tanpa kesedihan, jiwa yang manapun tidak akan memiliki daya tampung yang&lt;br /&gt;besar terhadap kebahagiaan. Jadi kesedihan dan kebahagiaan adalah dua saudara kembar yang melakukan kegiatannya secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan, atau sebaliknya kekhusukan doa manusia manapun, tidak akan bisa membuat dua saudara kembar ini berpisah. Ia seperti dua sayap dari seekor burung. Dibuangnya salah satu sayap, adalah awal dari celakanya ''burung'' kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengandaian yang lain. Coba perhatikan lambang-lambang tawa dan bahagia. Piala kemenangan sebagai contoh. Bukankah ia melalui proses pembakaran dan pembentukan yang amat menyakitkan ?.&lt;br /&gt;Seruling penghibur telinga sebagai contoh lain. Bukankah ia dibuat dari bamboo yang rela dirinya dipotong-potong ? Anak yang berhasil menjadi kebanggaan orang tua. Bukankah ia telah mengkonsumsi energi kekhawatiran dan kesabaran yang demikian lama dan melelahkan ? Dari semua contoh ini, tawa ternyata semuanya dibangun di atas pundi-pundi air mata ( kesedihan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang sedang diikat kakinya di tengah-tengah sebuah timbangan. Di sebelah kanan ada kebahagiaan, dan di sebelah kiri ada kesedihan. Semakin keras kaki sebelah kanan disentakkan, semakin besar tarikan timbangan di sebelah kiri. Ini yang terjadi dalam kehidupan banyak orang yang ''serakah'' dengan kebahagiaan. Semua orang - termasuk saya kalau mau jujur - memang ingin berat di sebelah kanan. Sayangnya, ia bertentangan dengan hakekat dasar kesenangan dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Kahlil Gibran, ketika kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu,kesedihan sedang menunggu di pembaringan. Persoalannya kemudian, punyakah kita cukup keberanian dan kesabaran untuk berpelukan mesra dengan kesedihan ? Nah,inilah sebuah kualitas pribadi yang dimiliki oleh teramat sedikit orang. Untuk menerima kebahagiaan, kita tidak memerlukan terlalu banyak kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, untuk berpelukan mesra dengan kesedihan, diperlukan kearifan dan kedewasaan yang mengagumkan. Untuk saat ini memang sangat sulit menemukan orang yang sudah sampai pada kualitas kearifan dan kedewasaan terakhir. Namun dari pengalaman beberapa kiai, pastur, pendeta budha sampai guru meditasi telah dapat disimpulan bahwa yang membawa mereka pada kualitas yang mengagumkan ini justru kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman mereka , marilah kita belajar dan saling berdoa agar kesedihan yg ada pada kita menjadi tangga kedewasaan, kearifan dan kedamaian yang amat mengagumkan. Sama mengagumkannya dengan akar pohon. Ia diinjak, tertanam didalam tanah, tidak kelihatan, mencari makan buat pihak lain, namun nasib buah, bunga, daun dan batang bergantung pada ketekunan sang akar. Bukankah kesedihan juga demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada memang orang yang menyebut bahwa kesenangan lebih berharga dari kebahagiaan. Ada juga yang mengatakan bahwa kesedihan lebih mulya dari kebahagiaan. Dan Kahlil Gibran menyimpulkan bahwa keduanya tidak terpisahkan. Semua kesimpulan ini sah-sah saja. Namun yang jelas Tuhan akan meninggikan derajat seseorang melalui cobaan (kesedihan) terlebih dahulu. Bukankah seseorang yg ingin naik kelas, lulus atau naik jabatan melalui test terlebih dahulu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung masih ada waktu dan kesempatan , mari kita coba berbenah kearah yg lebih baik. Semoga kita tidak terlampau larut, membenci dan takut dengan kesedihan dan semoga kita pun dapat "Berpelukan Mesra Dengan Kesedihan." &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Gede Parma&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber www.yukbisnis.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-5722063219330263000?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/5722063219330263000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=5722063219330263000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/5722063219330263000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/5722063219330263000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/04/mesra-dengan-kesedihan.html' title='MESRA DENGAN KESEDIHAN…..'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-2096727513934975689</id><published>2009-02-07T06:41:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T06:47:30.251-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sukses Muhadi Menjadi Pengusaha Bus PO Dedy Jaya</title><content type='html'>Dulu Kondektur Sekarang Juragan Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal, hingga toko bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi, konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal di Brebes, Tegal &amp;amp; Pemalang. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan. "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini. Merintis Sukses Dari Berdagang Bambu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu ayahnya bertani di sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja serabutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab, jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp 470.000 saban bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu. "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang- Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Masih Muda Sudah Kaya Raya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di Tegal dan satunya lagi di Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh, dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah menggurita.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada", kenang Muhadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.udadennie.com"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 65px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SY2elamkgNI/AAAAAAAAABk/4YKZtRhWt2E/s320/ttd_1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300066702118387922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-2096727513934975689?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/2096727513934975689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=2096727513934975689' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2096727513934975689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2096727513934975689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/02/kisah-sukses-muhadi-menjadi-pengusaha.html' title='Kisah Sukses Muhadi Menjadi Pengusaha Bus PO Dedy Jaya'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SY2elamkgNI/AAAAAAAAABk/4YKZtRhWt2E/s72-c/ttd_1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-7219819519523538312</id><published>2009-01-24T02:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T03:01:20.080-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Si Untung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini.&lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Sikap terhadap peluang.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; 2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman saya yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-degan ya, mau dapet rejeki barangkali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isyarat dari luar. Baca "isyarat2" dari luar yang datang pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S-Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Selalu berharap kebaikan akan datang.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof. Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "wah sial benar ada di tengah2 perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan mendapat uang. " Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sekolah Keberuntungan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof. Wiseman bahkan membuka Luck School. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di Luck School.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof. Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial. Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gerejanya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2 sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan "kesialan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap mulai menjadi si Untung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First Open your Mind and Enjoy your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari yukbisnis.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-7219819519523538312?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/7219819519523538312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=7219819519523538312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7219819519523538312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7219819519523538312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/01/rahasia-si-untung.html' title='Rahasia Si Untung'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-8240979600422964241</id><published>2009-01-11T16:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T16:33:51.413-08:00</updated><title type='text'>BOB SADINO: SEPIRING NASI KESUKSESAN</title><content type='html'>Sukses bagi seorang entrepreneur sejati seperti Bob Sadino, ternyata begitu sederhana. "Kalau saya mengharapkan besok saya bisa makan, dan besok saya dapat makan, saya sudah sukses," ungkap bos Kemchicks Group ini. Ia bilang, banyak orang tidak pernah memahami arti sepiring nasi. Makan dianggap sebagai kewajaran jika orang tidak punya masalah untuk mendapatkan makanan. Tapi bagi orang yang pernah lapar, pernah tidak makan, sepiring nasi mempunyai arti yang sangat besar dan sangat mendalam. "Mungkin titik berangkat saya itu yang membuat saya bisa begini hari ini," tutur Bob, yang pernah jadi sopir taksi dan nguli di Jakarta dengan upah Rp100 per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob, yang lulus SMA tahun 1953 itu mengkritik keras kecenderungan para orang tua yang malas mendidik sendiri anak-anaknya. Para orang tua itu melepaskan tanggungjawab mendidik anak dan seenaknya membebankan tugas itu pada sekolah. Akhirnya, sering mereka memaksakan kehendak pada anak-anak dalam hal memilih jenis pendidikan. Padahal, kata pengusaha gaek yang pernah ikut-ikutan temannya kuliah di Fakultas Hukum UI ini, semua anak bebas menentukan pilihan. Namun itulah egoisnya orang tua. Tanpa sadar mereka sedang memperkosa pikiran anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bob, keteladanan sangat bermakna untuk membangun mental seseorang. "Bukan dengan memicu dan memacu, karena banyak orang yang tidak mau dipicu dan dipacu," tegas Bob. Ia mengaku sangat keras dalam mendidik anak-anaknya, tetapi juga memberi pilihan sebebas-bebasnya. Disiplin harus ditegakkan, tapi kemandirian juga harus ditumbuhkan. Itulah semangat Bob dalam menggerakkan para karyawan di Kemchicks Group, yang mana mereka dianggapnya sebagai anak-anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teramat sayang jika orang hanya mengingat seorang Bob Sadino sebagai pengusaha nyentrik, yang kemana-mana pakai celana pendek. Makin digali, makin ketemulah sosoknya sebagai seorang Master Kehidupan. Bahasanya bernuansa sufistik. Ungkapan-ungkapan yang sederhana, lugas, dan kadang provokatif namun kaya makna itu, menjadikannya bak seorang "Guru Zen" dalam hal bisnis. "Saya ini seperti sebuah gitar tua di atas meja. Apakah saya bisa mengalunkan irama yang indah atau buruk, tergantung siapa yang memetiknya," ungkap Bob saat didesak untuk mengeluarkan seluruh 'ilmunya' oleh Edy Zaqeus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pikiran ini kita umpamakan sebuah cangkir teh, maka kita tak bakalan pernah bisa mengenal "tehnya" Bob Sadino, jika kita tak lebih dulu mengosongkan cangkir itu. Berikut petikan wawancara antara Bob Sadino, sang "Guru Zen" bisnis, dengan salah satu pengagumnya, Edy Zaqeus. Wawancara berlangsung sepanjang perjalanan dari rumah Bob di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sampai di kantornya di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Wawancara ini merupakan salah satu bab dari buku best seller berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dikutip dari Yukbisnis.com&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-8240979600422964241?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/8240979600422964241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=8240979600422964241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8240979600422964241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8240979600422964241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/01/bob-sadino-sepiring-nasi-kesuksesan.html' title='BOB SADINO: SEPIRING NASI KESUKSESAN'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-4376738159712002886</id><published>2009-01-09T03:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T03:08:31.476-08:00</updated><title type='text'>Sikap Mental Positif sebagai Landasan Smart Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SWcvI-dP3yI/AAAAAAAAABc/GOCoRVtRUTw/s1600-h/S.+Honda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 250px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SWcvI-dP3yI/AAAAAAAAABc/GOCoRVtRUTw/s320/S.+Honda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289248118621069090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. SENJATA AMPUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor Edwood Chapman, sikap mental adalah cara mengomunikasikan atau mengepresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Jika ekspresi kita kepada orang lain positif, maka kita disebut orang yang bersikap mental positif. Sebaliknya, jika ekspresi kita kepada orang lain negatif, kita disebut orang yang bersikap mental negatif. Sikap mental positif mendorong kita untuk mencapai tujuan dengan gigih. Ketika kita jatuh terperosok, kita masih dapat mengatakan "Ah ini cuma kesandung batu kecil. Tujuan kita belum tercapai". Kita pun mampu bangkit kembali. Soichiro Honda (gambar di samping) tetap bersikap mental positif ketika piston berbentuk cincin buatannya ditolak oleh Toyota dan ditertawakan oleh para teknisi. Setelah bertahan selama dua tahun dan memperbaiki kelemahan piston tersebut, akhirnya Toyota mau menerimanya. Bahkan, ketika pabriknya dibom dua kali dan dihancurkan oleh gempa bumi, ia tetap bersikap mental positif dalam meraih cita-citanya untuk tetap mempunyai pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mental positif mendorong kita untuk menjadi lebih kreatif. Setiap terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, dengan sikap mental positif, kita masih dapat menanggapinya dengan mencari suatu hikmah di baliknya secara kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hanya ada 2 orang siswa yang mendaftar di Primagama, muncul kreatifivitas yang terwujud dalam Strategi Jaminan Diterima. Demikian juga ketika hanya ada 8 orang calon mahasiswa yang mendaftar AMIKOM, saya mencoba untuk menemukan sesuatu dibalik kesulitan tersebut. Selesai Sholat dhuhur, tiba-tiba muncul kalimat di benak saya "Tempat Kuliah Orang Berdasi". Spontan kalimat itu saya jadikan slogan AMIKOM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan Tempat Kuliah Orang Berdasi sekarang melekat dengan STMIK AMIKOM Yogyakarta. Sikap mental positif merupakan sikap mental yang harus dimiliki seorang pengusaha yang sukses dan senjata yang sangat ampuh untuk meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. MENJAGA KREATIVITAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entrepreneur merupakan orang yang menanggapi setiap perubahan lingkungan secara kreatif dan inovatif. Baginya, lingkungan macam apapun tidak menimbulkan masalah, termasuk saat terjadi krisis. Dengan demikian, dibalik timbulnya kesulitan atau ancaman, terdapat peluang yang menjanjikan. Kreativitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru, sedangkan inovasi merupakan aplikasi dari gagasan ide baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sesungguhnya merupakan mahluk kreatif, tetapi karena kreativitas ini jarang dipraktikan secara rutin, ia menjadi lumpuh. Hal ini serupa dengan otot-otot seseorang yang tidak pernah dilatih. Hasil tes yang dilakukan untuk mengukur kreativitas pada kelompok umur yang berbeda menunjukan hal ini. George Land melaporkan dalam Break-Point and Beyond, bahwa anak usia 5 tahun mencetak skor 98%, anak usia 10 tahun mencetak skor 32%, anan usia 15 tahun mencetak skor 10%, dan orang dewasa usia 42 tahun mencetak skor hanya 2%. Hal ini terjadi karena anak-anak menjadikan ketrampilan berfikir kreatif sebagai suatu kegiatan rutin. Mereka selalu mengamati dan bertanya, dan kata tanya yang paling disukainya adalah "Mengapa?". Kadang-kadang, anak ini tidak percaya pada jawabab yang diberikan orang dewasa sampai mereka menguji dan mengambil kesimpulannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. TEKNIK MENCIPTA IDE: MINIMISASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bertanya kepada saya mengenai cara menciptakan ide itu. Bagaimana agar ide tersebut dapat terwujud dalam usaha? Bahkan kalau perlu, Bagaimana caranya agar ide tersebut dapat melambungkan usaha? Menciptakan ide yang orisinil tidaklah mudah sehingga dapat digunakan beberapa teknik. Salah satu teknik tersebut adalah teknik minimisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik minimisasi, selain pengecilan dalam fisik, dapat pula bermakna pengecilan dalam hal waktu. Honda meraih sukses dengan menggunakan teknik minimisasi dalam hal fisik ketika memasuki pasar AS. Pada saat itu di AS, sepeda motor yang ada adalah sepeda motor besar 250cc dan 350cc. Awalnya Honda coba membuat sepeda motor besar, tetapi mengalami kegagalan. Akhirnya Honda menggunakan teknik minimisasi dengan membuat sepeda motor 50cc yang disebut Super Cup, yang mengawali kesuksesan Honda. Dalam jangka hanya 5 tahun, satu diantara dua sepeda motor di Los Angeles bermerek Honda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Sony Akio Morita juga menggunakan teknik mimimisasi . Ketika melihat anak-anak muda mendengarkan musik dengan memanggul tape recorder besar di bahunya dan dibawa ke mana-mana, muncul satu pertanyaan dalam benaknya: Bagaimana kalau dapat diganti dengan tape recorder kecil dan dapat dimasukan ke dalam saku? Ide tersebut diwujudkan oleh Morita dengan menciptakan Walkman, yang merupakan awal dari kesuksesan perusahaan Sony tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV. KREATIVITAS PERIKLANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreativitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru, sedangkan inovasi merupakan aplikasi dari gagasan atau ide baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosiolog asal Jerman, Max Weber, berpendapat bahwa orang kreatif dengan menggunakan dua cara, yaitu berfikir obyektif, rasional, berdasarkan fakta dan berfikir kualitatif, intuitif, berdasarkan nilai. Sebagai contoh, saat menjawab pertanyaan dalam tes, digunakan gaya berfikir rasional dan berdasarkan fakta. Namun saat membeli mobil, digunakan intuisi dan pengetahuan untuk membuat keputusan yang bernilai kualitatif dari feature, gaya dan kinerja mobil terhadap harga mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadur dari buku Smart in Entrepreneur Series karya M. Suyanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-4376738159712002886?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/4376738159712002886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=4376738159712002886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4376738159712002886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4376738159712002886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/01/sikap-mental-positif-sebagai-landasan.html' title='Sikap Mental Positif sebagai Landasan Smart Entrepreneur'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SWcvI-dP3yI/AAAAAAAAABc/GOCoRVtRUTw/s72-c/S.+Honda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-5397004167993178869</id><published>2009-01-08T16:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T16:06:15.260-08:00</updated><title type='text'>Tahapan Bisnis Itu Ibarat Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SWaU6Wf3L2I/AAAAAAAAABU/fo2Ct1t9mB4/s1600-h/tahapanbisnis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 237px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SWaU6Wf3L2I/AAAAAAAAABU/fo2Ct1t9mB4/s320/tahapanbisnis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289078542585769826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TK :&lt;br /&gt;Mengumpulkan ilmu bisnis, semangat dan memulai berjualan hal-hal yang kecil (membiasakan diri dengan kondisi berjualan, mengenal berbagai karakter pelanggan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD :&lt;br /&gt;Berjualan hal-hal yang kecil, tetapi sekarang mulai mencari produk dengan harga rendah dan berusaha mencari pembeli yang membeli dengan harga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMP :&lt;br /&gt;Mulai mencari bisnis yang cocok, tugas penjualan sehari-hari diserahkan kepada orang lain. Kini lebih fokus mencari cara-cara untuk meningkatkan penjualan, inovasi,dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA :&lt;br /&gt;Mengembangkan usaha dengan membuka cabang, mencari investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S 1 :&lt;br /&gt;Bisnis sudah dapat digandakan dalam skala besar, cara-cara berbisnis sudah dibakukan. Pengembangan franchise atau kerjasama investasi sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Membuat Badan Hukum Usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S2 :&lt;br /&gt;Perusahaan Go Public, yang nantinya akan dapat meningkatkan value perusahaan menjadi berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari bahan presentasi bisnis &lt;a href="http://warnetgua.wordpress.com/"&gt;Manajemen WarnetGua Group&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-5397004167993178869?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/5397004167993178869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=5397004167993178869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/5397004167993178869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/5397004167993178869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/01/tahapan-bisnis-itu-ibarat-sekolah.html' title='Tahapan Bisnis Itu Ibarat Sekolah'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SWaU6Wf3L2I/AAAAAAAAABU/fo2Ct1t9mB4/s72-c/tahapanbisnis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-4464535303226975014</id><published>2009-01-03T16:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T16:30:05.884-08:00</updated><title type='text'>Tentukan Pilihan Bisnis, Fokus, dan Bela Mati-matian</title><content type='html'>Kemarin saya mendapat telepon dari seorang teman yang ingin berkonsultasi dengan saya. Ia ditawari bergabung menjadi agen asuransi di sebuah perusahaan ternama. Ia minta pendapat saya, apakah peluang ini harus diambil atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, dalam beberapa bulan terakhir ini ia selalu minta pendapat saya mengenai jenis usaha yang berbeda-beda. Sebelumnya ia minta pendapat mengenai bisnis jilbab, distributor alat pembersih rumah tangga dan batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa bulan ini dia masih bingung dan belum menentukan bisnis mana yang akan dipilih dan ditekuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepadanya, supaya segera menentukan pilihan, fokus dan konsisten dengan pilihannya. Apa pun yang terjadi pilihan itu harus pertahankan dengan mati-matian. Jangan gampang tergoda untuk "pindah ke lain hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berbisnis di bidang fashion garment. Meski pun analisis makro sering bernada negatif mengenai industri ini, saya tidak bergeming. Saya akan tetap di bisnis ini. Ini adalah periuk nasi saya. Saya akan bela mati-matian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kita jangan juga bersikap naif. Maksudnya, membela mati-matian bisnis yang memang sudah tidak ada lagi "cuan" atau keuntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bisnis yang memang sudah jenuh atau sunset business. Contohnya, bisnis alat penyetara (pager) yang sudah mati ditelan oleh hand phone. Atau bisnis ISP konvensional yang sekarang ini dikuasai oleh pemain-pemain besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teddy P. Rachmat menetapkan kriteria sederhana dalam memilih bisnis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bisnis itu harus ada pasarnya. Ya, kalau tidak ada pasarnya mau dijual ke mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bisnis itu harus ada profitnya. Pastilah. Kalau tidak ada profitnya, itu namanya kerja sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bisnis itu harus bisa ditinggal alias bisa berjalan tanpa kehadiran kita. Biar segede apa pun bisnisnya, tapi si owner masih terus nongkrongin setiap hari, itu bukanlah bisnis ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah bisnis kita memenuhi kriteria itu, barulah fokus, bela mati-matian pilihan itu. What ever it takes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya memilih terjun di bisnis fashion busana muslim, dasar pemikirannnya sederhana sekali. Saya melihat banyak pemain bisnis ini yang kaya. Ada yang punya rumah mewah, berkolam renang,mobil keren dan mampu menyekolahkan anaknya ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bisnis yang saya tekuni sebelum itu, pemainnya rata-rata masih kere. Mobilnya paling keren cuma Panther tua. Wah, ini nggak beres, pikir saya. Saya berada di jalur menuju kaya yang salah. Dengan segera saya switch bisnis saya ke busana muslim. Apa lagi bisnis sebelumnya itu sudah masuk tahap sunset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau gagal? Coba lihat kiri kanan. Bagaimana dengan pebisnis lain di industri yang sama? Kalau mereka banyak yang sukses, berarti masalahnya ada di kita, bukan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan "one who can not dance put the blame on the floor", menyalahkan keadaan, menyalahkan kondisi yang tidak kondusif. Kita jangan seperti itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be responsibe. Take ownership terhadap bisnis kita. Ownership berasal dari kata own a ship, pemilik kapal (bisnis). Kita adalah pemilik dan nakhoda dari bisnis kita. Kita harus bertanggung jawab sepenuhnya dengan kapal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So bagi pembaca yang masih bingung menentukan bisnis apa yang akan ditekuni. Pakailah kriteria itu. Kalau sudah ada pilihan, fokuslah, jangan menengok kiri kanan lagi. Jangan tergoda dengan "rumput tetangga yang lebih hijau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bisnis pasti ada kendalanya. Saya menyebutnya "critical point". Taklukkan dan kuasailah critical point itu. Di bisnis saya misalnya, critical pointnya adalah kreativitas, supply chain management dan services. Kalau saya sudah menguasai ketiga hal itu, saya bisa dikatakan sudah maestro di bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brian Tracy bilang, kalau kita fokus dan serius dalam satu bidang selama 2 tahun saja, kita bisa menjadi master di bidang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih bingung juga menentukan pilihan, kapan mau jadi master? Ingat, waktu adalah aset kita yang paling berharga. Jangan dibuang-buang. Dia tidak akan pernah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUUUNtastic!&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://roniyuzirman.com"&gt;Roni&lt;/a&gt;, Owner &lt;a href="http://manetvision.com"&gt;Manet Busana Muslim&lt;/a&gt;, Founder Komunitas &lt;a href="http://tangandiatas.com"&gt;TDA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-4464535303226975014?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/4464535303226975014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=4464535303226975014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4464535303226975014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4464535303226975014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/01/tentukan-pilihan-bisnis-fokus-dan-bela.html' title='Tentukan Pilihan Bisnis, Fokus, dan Bela Mati-matian'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-460036637375504263</id><published>2009-01-03T05:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T05:15:02.864-08:00</updated><title type='text'>Apakah Bangsaku Tidak Lagi Diperhitungkan?</title><content type='html'>Ini ada tulisan Ustad Yusuf Mansyur. Simple tapi dalem.&lt;br /&gt;Mudah2an bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Bangsaku Tidak Lagi Diperhitungkan? 2004 saya jalan ke Brunei. Karena saya pikir dkt, saya cuma bawa 1&lt;br /&gt;kantong plastik saja. Ternyata di perjalanan, bawaan saya bertambah. Begitu masuk bandara Brunei, saya berniat membli tas. saya tawarlah 1 tas di 1 toko. Setelah dikurskan ke rupiah, angkanya jd 4,2jt. saya terbelalak, dan setengah bercanda saya bilang bahwa &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1230987939_0"&gt;di Indonesia&lt;/span&gt;, tas kayak gini palingan 300-400rb atau paling mahal 1jt dah. Eh, si penjaga toko memasang muka merendahkan gitu, dan bilang: "No no no... Bukan tas kami yang mahal, tapi you punya rupiah yang tak ada harga!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, seperti ditampar rasanya muka saya. Segitunyakah rupiahku? Segitunya kah negeriku? &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1230987939_1"&gt;Mata&lt;/span&gt; uangnya tak ada harga. Lalu, pegimana bangsanya? Bagaimana negerinya? Adakah martabatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008 ini entah yang keberapa kali saya mengadakan prjalanan keluar negeri. Sudah tidak saya hitung lg saking seringnya, he he he. Nikmat ini saya syukuri. Saya tringat, dulu saban saya dimandiin dan dipakaikan pakaian oleh ibu saya, ibu saya hampir selalu berdoa dg doa yang relatif sama. Ya, hampir selalu. Doanya biar saya, katanya, gampang bulak balik ke mekkah, seperti ke pasar. Terus biar bisa keliling dunia. Yusuf kecil saat itu, sempat pula bertanya sambil ketawa, masa iya ke mekkah segampang ke pasar? Lagian mana mungkin sih keliling dunia? Ibu saya menjawab, eeeehhhh... Allah Punya Kuasa. Kalo DIA mau, gampang buat DIA mah. Nabi Muhammad aja diterbangin &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1230987939_2"&gt;isra mi'raj&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah doa ibu saya. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1230987939_3"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;. Trnyata betul. Sekarang saya alami sendiri. Pergi haji buat saya pribadi udah benar-benar gampang. Alhamdulillah. Biar pintu pendaftaran dah ditutup, saya masih bisa&lt;br /&gt;pergi dengan undangan kerajaan punya, atau dengan cara-cara yang tahu-tahu saya udah di sana! Subhaanallaah memang. tapi saya ga aji mumpung. Waktu ibu saya, mertua dan rombongan keluarga ga dapat nomor haji,  banyak orang dekat bilang, pake dong power ente. Ah, saya mah malah bilang, sabar ya bu. Sabar ya wahai keluargaku. Pergi haji mah urusan Allah. Ga usah dicari-cari. Kalo dah waktunya, ya waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alhamdulillah, pergi ke luar negeri pun sekarang ini saya yang susah payah menolak undangannya. Masya Allah. And I speak not only in bahasa; but both in arabic and english as an international language. Saya bersyukur dengan keadaan ini, tapi sekaligus ada yang membuat saya menjadi tertegun. Betapa "&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1230987939_4"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;" dah ga dianggap. Di hampir semua bandara internasional; baik asia, maupun non asia, nama "Jakarta" ga ada lagi di board penunjuk waktu.. Yang ada: London, Paris, New York, dan kota-kota besar dunia. Bahkan ada nama Kuala Lumpur! Sedang&lt;br /&gt;Jakarta, yang mewakili satu nama besar: Indonesia, ga ada lagi di board tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sedang terjadi dengan bangsa kita, kita semua tahu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-460036637375504263?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/460036637375504263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=460036637375504263' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/460036637375504263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/460036637375504263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2009/01/apakah-bangsaku-tidak-lagi.html' title='Apakah Bangsaku Tidak Lagi Diperhitungkan?'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-4159323471495755726</id><published>2008-12-06T19:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-06T20:07:27.030-08:00</updated><title type='text'>Terbitkan 2 Situs</title><content type='html'>Alhamdulillah, akhirnya hasil kerja keras 2 Mingggu untuk membuat 2 situs terlaksana sudah. Dua situs tersebut adalah &lt;a href="http://rodacomputer.com/"&gt;http://rodacomputer.com&lt;/a&gt; ( Situs pelayanan untuk IT terutama dalam bidang Service Komputer dan Penjualan PC, Notebook, Peripheral serta hardware lainnya) dan situs yang satunya adalah &lt;a href="http://makanansehatorganik.com/"&gt;http://makanansehatorganik.com&lt;/a&gt; ( Situs ini adalah untuk pemasaran dan perekrutan member dengan merek dagang &lt;a href="http://melilea.com/"&gt;Melilea&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada akhir pekerjaan saya sakit karena kelelahan ( hampir 2 Minggu begadang bahkan non stop tidak tidur sama sekali ), saya tetap merasa senang. Besar harapan saya dengan di buatnya situs-situs tersebut akan mendapatkan ORDER yang besar. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada satu situs lagi yang belum dibuat yang sesuai dengan bidang pekerjaan saya, saya harap akhir bulan ini akan segera online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Hidup dengan Semangat!!! Take Action!!! dan jangan lupa Berdoa&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rodacomputer.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-4159323471495755726?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/4159323471495755726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=4159323471495755726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4159323471495755726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4159323471495755726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/12/terbitkan-2-situs.html' title='Terbitkan 2 Situs'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-2805511619095262896</id><published>2008-11-19T21:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T17:24:40.313-08:00</updated><title type='text'>Perjuangan Keluarga</title><content type='html'>Pada Hari Sabtu minggu kemarin, kami sekeluarga pergi ke Solo untuk memenuhi undangan teman yang ingin menawarkan sebuah peluang bisnis.  Sebetulnya saya inginnya pergi sendiri naik motor, tetapi istri dan anak mekso ingin ikut bareng ke Solo sambil jalan-jalan katanya.  Ya akhirnya kami sekeluarga pergi ke Solo naik motor. Dari Semarang sampai Salatiga dilalui dengan mulus dan cuaca pun nampaknya mendukung sekali soale tampak bersinar cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat memasuki wilayah Boyolali, apa yang jadi kekhawatiran saya kelihatannya akan jadi kenyataan yaitu turunnya hujan.  Akhirnya dalam gerimis-gerimis air hujan kami terus melanjutkan perjalanan yang sebelumnya rehat dulu sebentar untuk menunaikan Dzuhuran.  Saya hanya berdoa semoga anak saya yang baru berumur 4 tahun, cewek, ini akan kuat dalam perjalanan jauh ini.  Karena baru sekarang ini kami sekeluarga menempuh perjalanan jauh naik motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Setelah 4 jam bermotor ria, akhirnya sampai juga di kota tujuan Solo.   Baru  beberapa saat  menginjakan kaki turunlah hujan dengan lebatnya dan kami pun sibuk cari perlindungan untuk memakai jas hujan.  Perjalanan menuju ke rumah teman saya sempat beberapa kali diwarnai adegan drama Kesasar Jalan.  Setelah beberapa lamanya mencari-cari dalam guyuran hujan, akhirnya ketemu juga rumahnya.  Singkat cerita, kami mengadaan pembicaraan tentang prospek bisnis yang sedang dikembangkan teman saya itu.  Bisnisnya berupa makanan organik &lt;a href="http://Melilea.com"&gt;Melilea&lt;/a&gt; yang berfungsi sebagai pengeluar toksin dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selesai membicarakan urusan Bisnis kami pun pamit pulang ke Semarang, saat itu jam menunjukan pukul 19.10, di perjalanan pulang badan saya merasa gereges-gereges tidak enak dan kepala mulai pusing, dan istri pun merasakan hal sama, dan katanya tidak akan kuat kalo harus pulang malam itu ke Semarang.  Kami pun menginap di sebuah penginapan sederhana di Solo, istri saya demam dan menggigil, saya merasa pusing, tetapi tidak untuk anak saya.  Walapun sama-sama kehujanan dalam perjalanan, anak saya tak sedikit pun merasakan sakit kayaknya, malah main ke sana ke mari, loncat sana loncat sini.  Di Kamar pun tak mau diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kami orang tua kalah stamina sama anak usia 4 tahun. Weleh .. weleh ...&lt;a href="http://melilea.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-2805511619095262896?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/2805511619095262896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=2805511619095262896' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2805511619095262896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/2805511619095262896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/11/perjuangan-keluarga.html' title='Perjuangan Keluarga'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-4758625977456073910</id><published>2008-11-01T08:37:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T08:39:10.388-07:00</updated><title type='text'>Sebab-Sebab Turunnya Rizki</title><content type='html'>&lt;div class="itemBody"&gt;            &lt;div class="itemText"&gt;       Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Takwa Kepada Allah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt juga berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” &lt;/i&gt;(QS. 7:96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Istighfar dan Taubat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”&lt;/i&gt; (QS. 71:10-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Tawakkal Kepada Allah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” &lt;/i&gt;(QS. 65:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang."&lt;/i&gt; (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Silaturrahim &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." &lt;/i&gt;(HR Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sabda Nabi saw, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." &lt;/i&gt;(HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Infaq fi Sabilillah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” &lt;/i&gt;(QS. 34:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."&lt;br /&gt;Juga firman Allah yang lain,artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”&lt;/i&gt; (QS. 2:267-268)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Menyambung Haji dengan Umrah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga."&lt;/i&gt; (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Berbuat Baik kepada Orang Lemah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian."&lt;/i&gt; (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhu'afa' (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- Serius di dalam Beribadah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Sofwah( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )      &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;     &lt;div class="smartsection_itemfooter"&gt;disadur dari &lt;a href="http://PengusahaMuslim.com"&gt;PengusahaMuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-4758625977456073910?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/4758625977456073910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=4758625977456073910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4758625977456073910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/4758625977456073910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/11/sebab-sebab-turunnya-rizki.html' title='Sebab-Sebab Turunnya Rizki'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-8454078842684227580</id><published>2008-10-27T18:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T18:17:24.738-07:00</updated><title type='text'>Buat Rencana Bisnis Yang Sederhana Tapi Nyata</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Bagi sebagian pengusaha, filosofi ”mengikuti air mengalir” sering digunakan. Namun saran saya, jangan jalankan filosofi ini ”mentah-mentah”. Karena kalau sekedar ”mengikuti air mengalir” berarti Anda tidak memiliki konsep yang jelas mau dibawa kemana bisnis tersebut. Karena ”air ” itu bisa mengalir kemana saja, misalnya masuk ke rumah orang, masuk ke selokan ataupun masuk kedalam sumur. Yang lebih baik menurut saya adalah Anda harus ”Mengarahkan Air Mengalir”. Artinya Anda tidak sekedar mengikuti kemana air akan mengalir namun juga ikut mengarahkan ”air ” tersebut akan mengalir kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, perencanaan memang sangat penting. Walaupun tidak sedikit tokoh dan motivator wirausaha sering melontarkan kata-kata: ”Bisnis Nggak Perlu Perencanaan” dan bahkan Pengusaha Sukses Bob Sadino pun memiliki kalimat sakti yang cukup terkenal yaitu: ”Berencana Adalah Bencana”.&lt;br /&gt;Yah, memang kita tetap harus membuat sebuah rencana bisnis yang matang, namun demikian Anda jangan hanya terjebak dengan membuat rencana-rencana bisnis semata namun tidak pernah bisa dijalankan. Sesuaikan rencana bisnis dengan bisnis yang akan dijalankan.&lt;br /&gt;Misalnya Anda akan membuat usaha isi Pulsa Elekronik. Maka Anda tinggal mencari mitra / perusahaan penjual pulsa tersebut, memilih tempat dan langsung jalan. Begitu juga jika Anda ingin membuka usaha warung makan kaki lima, Anda tinggal cari tempat yang pas dan aman, mencari resep yang enak dan kemudian Anda jalankan bisnis tersebut. Untuk bisnis-bisnis semacam ini tidak dibutuhkan terlalu banyak perencanaan dan perhitungan-perhitungan bisnis yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang saya melihat seseorang yang sebenarnya ”hanya” ingin membuka sebuah usaha yang sederhana, namun membuat sebuah perencanaan yang sangat detail dan rumit. Seolah-olah dia sedang berencana untuk membangun sebuah Mall yang membutuhkan dana milyaran rupiah. Padahal bisnis yang akan dijalankan cukup dengan modal 1 juta rupiah saja.&lt;br /&gt;Tidak sedikit pula yang membuat rencana bisnis terlalu teoritis. Sehingga semua variabel dihitung dengan rumus-rumus. Payahnya, setelah dihitung sana-sini hasilnya ”Not Feasible” alias bisnis tersebut tidak layak. Sehingga dia tidak jadi menjalankan bisnis yang sebenarnya sangat sederhana itu. Padahal bisnis yang akan dijalankan ”hanya” lah bisnis yang seperti dijalankan orang-orang yang berdagang kaki lima jualan bubur ayam, pangsit mie, bakso, yang nota bene mereka tidak pernah membuat perencanaan bisnis yang terlalu rumit. Asal ada gerobak, tempat, modal dagang mereka bisa langsung jalan dan terbukti hasilnya cukup lumayan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya, bikinlah perencanaan bisnis yang matang namun disesuaikan dengan kapasitas bisnis yang akan dijalankan. Membuat rencana bisnis sama saja dengan ”mengarahkan air mengalir”. Kemana air tersebut mau di alirkan bisa diatur melalui perencanaan yang Anda lakukan. Kemana bisnis Anda akan diarahkan, tergantung dengan perencanaan bisnis yang Anda lakukan. Buat saja sebuah rencana bisnis (Business Plan) yang sederhana, mudah dimengerti dan yang penting mudah dipraktekan. Apalah artinya sebuah business plan yang hebat, lengkap dan detail namun sulit di laksanakan.&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman pengusaha-pengusaha lain yang sudah lebih dahulu menjalankan bisnis rumah makan juga lebih effektif. Tanyakan kepada mereka bagaimana cara mereka mengelola usaha, cara menghadapi pesaing, apa saja problem yang mungkin terjadi. Belajar dari pengalaman akan lebih efektif daripada Anda belajar dari buku-buku bisnis apalagi buku-buku teori bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadur dari &lt;a href="http://www.cakeko.co.nr/"&gt;http://www.cakeko.co.nr/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS:&lt;br /&gt;Jika Anda butuh solusi atas kebutuhan IT Anda kilk saja &lt;a href="http://rodamasbisnis.com"&gt;http://rodamasbisnis.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-8454078842684227580?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/8454078842684227580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=8454078842684227580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8454078842684227580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8454078842684227580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/10/buat-rencana-bisnis-yang-sederhana-tapi.html' title='Buat Rencana Bisnis Yang Sederhana Tapi Nyata'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-6453452219526141209</id><published>2008-10-26T21:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T21:50:13.140-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari orang terkaya di dunia</title><content type='html'>Warren Buffet, orang terkaya didunia saat ini, yang telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial.Marilah kita ikuti beberapa aspek yang menarik dalam hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat !&lt;br /&gt;Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dia membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran&lt;br /&gt;Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan&lt;br /&gt;Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dia tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yll. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.&lt;br /&gt;Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard&lt;br /&gt;Jadilah dirimu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.&lt;br /&gt;Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target tahun tsb. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .&lt;br /&gt;Letakkankan orang yang tepat pada posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya&lt;br /&gt;1: Jangan habiskan uang pemegang saham&lt;br /&gt;2: Jangan lupa peraturan no.1&lt;br /&gt;Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dia tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.&lt;br /&gt;Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bill Gates, orang terkaya no.1 5 tahun yang lalu mengadakan janji temu dengan Warren Buffet.Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Nasehatnya untuk anak – anak muda:&lt;br /&gt;"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :&lt;br /&gt;Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.&lt;br /&gt;Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.&lt;br /&gt;Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.&lt;br /&gt;Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-6453452219526141209?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/6453452219526141209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=6453452219526141209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/6453452219526141209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/6453452219526141209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-orang-terkaya-di-dunia.html' title='Belajar dari orang terkaya di dunia'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-7067424363726762247</id><published>2008-10-22T00:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T00:57:49.882-07:00</updated><title type='text'>3 Bulan</title><content type='html'>Walau terasa masih jauh dari harapan, tetap saja saya merasa bangga karena telah berani membuka sebuah usaha dengan modal yang dibilang kurang memadai. Mengapa? Karena uang modal (sedikit tabungan + utangan) hanya cukup untuk sewa tempat sedangkan untuk stok barang belum mampu saya beli. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini (modal, red) saya sudah lakukan berbagai cara, mulai dari menawarkan kerja sama ke Mailing List yang saya ikuti, beberapa orang kenalan, sampai iklan di koran. Tetapi hasilnya belum ada yang take action, kalau yang cuma tanya2 sih waduh jumlahnya sudah tidak terhitung kali. Tetapi saya selalu diingatkan oleh sebuah nasihat bahwa manusia hanya bisa berencena dan berusaha dengan sungguh-sungguh soal hasilnya biarlah Allah SWT yang tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang Entrepreneur sukses sih katanya akan banyak sekali hambatan dan rintangan yang harus dilalui. Dan kadang-kadang semua hambatan dan rintangan itu akan membuat seorang pengusaha jadi prustasi dan muntah darah (pusing kali karena uang hasil usahanya yang baru bisa dikumpalkan cuman recehan he..he..he). Tetapi saya selalu terngiang dengan ucapan mentor saya di EU ( Entrepreneur University ) bahwa kalau ingin jadi orang yang sukses harus mengerjakan rumus wajib Pengusaha Sukses. Adapun rumus yang dimaksud adalah 5A yang artinya: Action Action Action Action and Action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya sampai sekarang ini ada hal-hal positif yang mungkin tidak akan didapat sewaktu saya menjadi karyawan. Terutama untuk perkembangan mental terasa sangat jauh berbeda saat menjadi karyawan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dalam mengarungi dunia usaha ini tidak selalu mulus dan semangat 45 ( on fire ), sekali - kali suka down juga. Apalagi ketika melihat keadaan bahwa dalam seharian nungguin toko yang mampir hanya debu2 jalanan saja. Untuk mengatasi semua itu harus ada motivasi kuat dari dalam diri sendiri, misalnya aja ingin membahagiakan orang-orang yang kita sayangi, bisa orang tua, anak, istri, asal jangan istri orang aja.. he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal utama pengusaha bukanlah uang atau koneksi, melainkan kreativitas dan keuletan, dan semangat pantang menyerah. Banyak peneliatian yang mengungkapkan, lebih dari separo wirausaha rontok sebelum mencapai usia 3 tahun. Ada banyak alasannya, termasuk kehabisan modal. Akan tetapi faktor yang sesungguhnya, adalah faktor kehabisan semangat dan kreativitas. Mereka yang memiliki semangat pantang menyerah memandang kegagalan hanyalah kerhasilan yang tertunda. Meski terantuk dan jatuh, mereka akan kembali bangkit dengan gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk Semangat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS:&lt;br /&gt;Njenengan butuh IT Solution ( Hardware, Software, dan Jaringan) mampir saja ke &lt;a href="http://rodamasbisnis.com"&gt;http://rodamasbisnis.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-7067424363726762247?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/7067424363726762247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=7067424363726762247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7067424363726762247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7067424363726762247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/10/3-bulan.html' title='3 Bulan'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-3739647595969418017</id><published>2008-04-26T05:55:00.000-07:00</published><updated>2008-04-26T06:00:36.763-07:00</updated><title type='text'>Kelas EU dengan topik "Memulai Bisnis"</title><content type='html'>Dari mana kita memulai bisnis?&lt;br /&gt;Pertama lihatlah dari diri kita sendiri dahulu, bisa berupa:&lt;br /&gt;- Minat&lt;br /&gt;- Bakat&lt;br /&gt;- Skill&lt;br /&gt;- Hobi&lt;br /&gt;- Networking&lt;br /&gt;Setelah itu barulah kita lihat apa yang ada di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis bisnis yang bisa kita kerjakan, misalnya:&lt;br /&gt;- Bisnis Jual Beli ( kita akan mencari selisih antara apa yang dijual dengan yang dibeli)&lt;br /&gt;- Bisnis Produksi ( dengan cara membuat suatu produk barang, kapasitas produksi yang&lt;br /&gt; tinggi menunjukan bisnis kita berkembang )&lt;br /&gt;- Bisnis Jasa ( berhubungan dengan skill / kemampuan personal )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya berbisnis, ingatlah akan pepatah : dimana ada KEMAUAN, disitu ada jalan&lt;br /&gt;Jika tidak ada jalan mungkin saja:&lt;br /&gt;- Kemauan belum cukup kuat, atau&lt;br /&gt;- Jalannya belum terbuka ( tentunya ada kiat-kiat untuk membukanya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbisnis ada satu hal penting yang selalu jadi momok yang menakutkan yaitu&lt;br /&gt;ketersediaan "MODAL=DUIT". Padahal menurut mereka yang telah sukses dan merintis&lt;br /&gt;usaha dari NOL, konon katanya ketersediaan "DUIT" bukan hal yang mutlak. Ketersediaan dana&lt;br /&gt;hanya sebagai sarana untuk memudahkan operasional bisnis. Dan ternyata di lapangan&lt;br /&gt;ditemukan juga pengusaha yang memulai bisnisnya dengan modal DENGKUL, bahkan mereka&lt;br /&gt;beranggapan jikalau tidak punya dengkul sekalipun masih bisa pakai DENGKUL nya orang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan DUIT ini, bisa berasal dari:&lt;br /&gt;- Tentunya dari kantong sendiri ( untung dinikmati sendiri, jika rugi ya tentunya juga&lt;br /&gt; ditelan sendiri )&lt;br /&gt;- Dari kantong orang lain ( untung dibagi-bagi, kalo rugi belum tentu dibagi bersama&lt;br /&gt; kecuali ada perjanjian tertentu )&lt;br /&gt;- Dari lemari besi BANK&lt;br /&gt; &gt; Pinjaman Biasa ( angsuran / cicilan pokok + bunga )&lt;br /&gt; &gt; Pinjaman Plafon ( rekening korang / cicilan bunganya saja )&lt;br /&gt; &gt; Kartu Kredit&lt;br /&gt; &gt; KTA ( Kredit Tanpa Agunan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada modal lain selain "DUIT" yang sangat penting bagi seorang calon pengusaha, diantaranya:&lt;br /&gt;- Karakter diri yang baik ( kredibel / integritas )&lt;br /&gt; &gt; Kemampuan menepati janji&lt;br /&gt; &gt; Kemampuan mengendalikan emosi&lt;br /&gt; &gt; Kemampuan membaca orang lain&lt;br /&gt; &gt; Jujur&lt;br /&gt; &gt; Cerdik ( dalam artian positif );&lt;br /&gt; intinya adalah walk the talk, not only talk the walk&lt;br /&gt;- Skill/ keahlian&lt;br /&gt;- Punya pengalaman dalam satu bidang tertentu&lt;br /&gt;- Relasi/ Networking/ Jejaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sALAM FUantasTIC,&lt;br /&gt;Majulah TDA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-3739647595969418017?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/3739647595969418017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=3739647595969418017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3739647595969418017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3739647595969418017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/04/kelas-eu-dengan-topik-memulai-bisnis.html' title='Kelas EU dengan topik &quot;Memulai Bisnis&quot;'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-3913444483144452462</id><published>2008-04-22T21:04:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T21:31:44.271-07:00</updated><title type='text'>Toko Baru " RODA KOMPUTER"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_9phEXFLjtI0/SA67aQ6PKNI/AAAAAAAAAAg/4p7cADrpgmg/s1600-h/toko-depan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_9phEXFLjtI0/SA67aQ6PKNI/AAAAAAAAAAg/4p7cADrpgmg/s320/toko-depan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192293480294983890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_9phEXFLjtI0/SA63hQ6PKMI/AAAAAAAAAAY/4xgTXXwQN9c/s1600-h/toko-depan-atas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_9phEXFLjtI0/SA63hQ6PKMI/AAAAAAAAAAY/4xgTXXwQN9c/s320/toko-depan-atas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192289202507557058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah bulan depan, Mei 2008 saya berencana membuka toko Komputer.  Walaupun bisnis komputer ini tampaknya sudah sangat berjubel di Semarang, tetapi saya tetap optimis dengan bisnis ini.  Perkembangan komputer terutama hardware-nya yang tiada berhenti, ragam item produk yang semakin banyak, juga pengguna komputer yang kian banyak yang menjadikan bisnis ini semakin menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun nama toko komputernya saya beri nama " Roda Komputer " yang berada di bawah bendera CV. Rodamas Persada.  Saya berharap sekali toko ini akan memberikan manfaat baik untuk keluarga sendiri, saudara, dan tentunya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menjadikan toko ini seperti toko komputer guru saya di TDA yaitu Bpk. Iim Rusyamsi.  Main bisnisnya di Service Center, tetapi tidak meninggalkan di salesnya juga seperti periferal, aksesoris, dan hardware lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga apa yang saya cita2kan, yaitu memiliki bisnis Komputer dengan omset milyaran rupiah akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiin ya Allah ya Robbal Alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-3913444483144452462?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/3913444483144452462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=3913444483144452462' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3913444483144452462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/3913444483144452462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/04/toko-baru-roda-komputer.html' title='Toko Baru &quot; RODA KOMPUTER&quot;'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_9phEXFLjtI0/SA67aQ6PKNI/AAAAAAAAAAg/4p7cADrpgmg/s72-c/toko-depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-7581601244752246025</id><published>2008-04-03T18:14:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T18:42:21.418-07:00</updated><title type='text'>Kelas EU " Perbankan"</title><content type='html'>Dalam kelas EU kali ini membahas tentang dunia perbankan yang menyoroti topik tentang "Bank Sumber Modal yang Murah".  Ternyata bagi kita yang ingin terjun di dunia Pengusaha haruslah akrab dengan Bank, dan dikatakan pula bahwa Berhutang di Bank itu adalah mulia.  Karena ketika kita tiap bulan bayar bunga, berarti tangan kita pada posisi di ATAS, dan itu lebih mulia dari tangan di BAWAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat pinjaman dari Bank tidak lah mudah.  Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang calon debitur Bank.  Diantaranya adalah tidak terdaftar dalam SID yang bermasalah (black list), untuk jumlah tertentu harus ada agunan, sudah memiliki usaha, mempunyai buku tabungan / rek. korang yang cantik, punya kredibilitas, dan punya legalitas usaha (SIUP/NPWP/TDP/Akte).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika permohonan kredit kita dipenuhi oleh Bank, diharapkan kita sebagai pengusaha/ calon pengusaha haruslah menjaga kredibitas kita sebagai nasabah dengan cara cicilan tepat waktu. Biasanya Bank akan menawari lagi kredit dengan plafon lebih besar apabila kita mampu membayar cicilan dengan lancar.  Dan apabila dengan berjalannya waktu kita terkendala dengan cicilan, apakah mungkin karena usaha kita yang kurang berhasil atau karena adanya bencana (kebakaran).  Maka diharapkan kita dapat menyelesaikan dengan baik-baik dalam artian tidak menghindar dari tanggung jawab. Misalnya dalam bentuk Keterbukaan tentang apa yang kita alami, Pegang teguh komitmen untuk membayar, Niat baik, Proaktif, Kooperatif, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam fUantaTIC,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-7581601244752246025?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/7581601244752246025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=7581601244752246025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7581601244752246025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7581601244752246025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/04/kelas-eu-perbankan.html' title='Kelas EU &quot; Perbankan&quot;'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-7209877145469624682</id><published>2008-04-02T17:59:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T18:27:16.824-07:00</updated><title type='text'>5 A</title><content type='html'>Saat ini saya telah menjadi anggota dari EU ( enterpreneur university), sebuah komunitas yang didirikan oleh Purdi E Candra ( owner Primagama Group ).  Dalam komunitas ini saya diajarkan bagaimana untuk menjadi pengusaha dan jangan berlama - lama jadi karyawan.  Sharing dari pengusaha yang cukup berhasil dilakukan dalam pertemuan kelas EU, disini akan digambarkan dengan gamblang dan jelas ( tidak ada rahasia ) bagaimana seorang pengusaha bisa sukses lengkap dengan tips &amp;amp; triks nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena apa yang dipaparkan adalah hal - hal yang pernah dialami oleh pembicara dalam menggeluti bisnisnya, maka ini  menambah semangat dan keyakinan bahwa setiap kita bisa untuk hidup lebih baik dengan jadi seorang pengusaha.  Walaupun untuk jadi seorang pengusaha itu tidak mudah, tetapi tetap saja ada harapan dengan selalu menjaga positiv feeling ( bahwa segala doa akan dikabulkan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya untuk jadi pengusaha adalah 5 A ( action, action, action, action, and action ).  Dan jangan takut - takut untuk jadi pengusaha karena tidak punya modal. Disini diajarkan bagaimana dengan modal dengkul bisa jadi pengusaha, kalo pun tidak punya dengkul masih bisa pake dengkulnya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam fuANTastic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-7209877145469624682?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/7209877145469624682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=7209877145469624682' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7209877145469624682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7209877145469624682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/04/5.html' title='5 A'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-7446012664945343577</id><published>2008-02-20T18:03:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T18:11:10.605-08:00</updated><title type='text'>Mulai !!!</title><content type='html'>Alhamdulillah per hari ini ( 21/02/08 ) saya telah mendaftarkan diri di kumunitas yang sangat luar biasa bagus. Nama dari komunitas tersebut adalah TDA ( Tangan Di Atas ), sebuah nama yang sangat mulia.  Di dalamnya berisi banyak sekali orang - orang yang punya pikiran maju dengan leadership yang mumpuni, tetapi tetap mau berbagi untuk kemajuan bersama.  Mudah - mudahan dengan bergabung saya ini akan membawa berkah baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang saya cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu ah..., susah juga yah  jadi penulis !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-7446012664945343577?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/7446012664945343577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=7446012664945343577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7446012664945343577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/7446012664945343577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/02/mulai.html' title='Mulai !!!'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-122847200367282754.post-8250216038148921494</id><published>2008-01-30T02:10:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T02:46:16.625-08:00</updated><title type='text'>New Comer</title><content type='html'>Hi World...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa berat memang saat pertama mencoba, tetapi dengan seiring waktu berjalan dan keyakinan yang pasti, "SAYA" akan jadi orang yang sukses melaui dunia maya ini.  Apakah saya ini termasuk orang yang terlalu percaya diri? Saya kira tidak.  Bung Karno pernah berkata Gantungkanlah Mimpimu Setinggi Langit.  Yang namanya langit kan gak ada batasnya, jadi mimpikanlah sesuatu dengan tidak dibatasi oleh apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trims.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/122847200367282754-8250216038148921494?l=npriatno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://npriatno.blogspot.com/feeds/8250216038148921494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=122847200367282754&amp;postID=8250216038148921494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8250216038148921494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/122847200367282754/posts/default/8250216038148921494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://npriatno.blogspot.com/2008/01/new-comer.html' title='New Comer'/><author><name>N. Priatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01691761666425918460</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_9phEXFLjtI0/SQxecm4XowI/AAAAAAAAAA0/3J-yjWnJXok/S220/Serius-new.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
