Wednesday, July 20, 2011

Rahasia Sukses Sir Richard Branson

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/7836-rahasia-sukses-sir-richard-branson.html


Aristoteles mengatakan bahwa diri kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang. Kebiasaan seseorang tidak diragukan lagi membentuk kepribadiannya dan membentuk cara pandang orang lain terhadap dirinya. Sehingga bisa dikatakan bahwa orang-orang biasa memiliki kebiasaan yang biasa pula, tetapi orang-orang yang tidak biasa memiliki kebiasaan yang tidak biasa pula. Bagi kita yang masih perlu belajar untuk menjadi luar biasa, belajar dari orang-orang yang luar biasa sangatlah perlu. Namun bagaimana belajar dari seseorang yang cemerlang agar bisa meneladani kecemerlangannya? Salah satunya ialah dengan mencermati kebiasaannya sehari-hari.

Sir Richard Branson diakui sebagai salah satu sosok legendaris di dunia bisnis internasional. Perusahaannya yang bernama Virgin telah merambah berbagai pelosok dunia. Hampir semua orang setuju bahwa Branson adalah sebuah pribadi unik yang patut diteladani terutama dalam kegigihannya berwirausaha. Untuk itulah kita perlu ketahui apa saja kebiasaan-kebiasaan Branson dalam kegiatannya sehari-hari mengingat kebiasaan, seperti kata Aristoteles, adalah hal yang mendefinisikan jati diri seseorang.

Ada sejumlah perilaku rutin Branson yang meski terlihat sepele tetapi mampu membantunya berpikir lebih jernih dan memiliki pemahaman pribadi terhadap setiap kejadian dan keadaan di sekitarnya kapan saja. Berikut ialah sejumlah kebiasaan Branson, seperti dilansir dari blog.iqmatrix.com:

Keluar dari zona nyaman
Richard Branson terus menerus keluar dari zona nyaman menuju bidang usaha baru dan tantangan yang berbeda. Semuanya ia lakukan untuk menguji ketahanan, keahlian dan kemampuannya memecahkan masalah.

Menghadapi masalah secara langsung
Saat masalah timbul, Branson mengatasinya dengan sesegera mungkin dan secara agresif memastikan bahwa permasalahan kecil telah diselesaikan hingga ke akar-akarnya agar tidak akan semakin memburuk di masa depan.

Bersikap terbuka terhadap tantangan
Branson secara terus menerus membuka dirinya terhadap perubahan dalam berbagai hal seperti perspektif, sudut pandang dan pendekatan ke dalam situasi manapun yang menurutnya akan membantunya untuk mencapai tujuan dan ambisinya dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

Manfaatkan waktu dengan baik
Branson memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya waktu. Setiap detik yang berlalu ialah peluang untuk melakukan hal dengan lebih baik, menuju tujuan selanjutnya yang lebih tinggi dan luas. Ia kemudian memanfaatkan waktunya dengan menggabungkan bisnis dengan bersenang-senang.

Berburu peluang baru
Branson selalu berusaha mencari peluang dan gagasan baru di sekitarnya yang akan memungkinkannya untuk meraih keunggulan yang lebih besar dibandingkan pesaingnya.

Tidak sungkan bertanya
Branson selalu bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pemberian solusi yang mengutarakan pemikirannnya dan membantunya mengatasi tantangan yang menghadangnya setiap hari.

Menantang diri sendiri
Branson tidak segan untuk terus memberikan tantangan kepada diri sendiri baik dalam kehidupan pribadi dan kegiatan berbisnis. Ia melihat semuanya sebagai peluang untuk memperkuat tekad dan keahliannya serta menumbuhkembangkan kerajaan bisnisnya, Virgin.

Menikmati kehidupan
Meski terus bekerja, Branson tidak lupa untuk menikmati kehidupan. Ia mengaku terus mencari celah usaha baru, petualangan baru dan pengalaman di bidang lain. Ia yakin bahwa kehidupan harus selalu dinikmati hingga semaksimal mungkin atau kita sama sekali melewatkannya dan menyesal.

Bersenang -senang
Branson mengubah semua hal menjadi permainan yang menjadikannya pekerjaan seolah-olah seperti sebuah permainan untuk bersenang-senang. Karena inilah, ia berusaha menggabungkan pekerjaan dengan bersenang-senang dan berhasil menciptakan budaya santai namun tetap penuh semangat dalam bekerja.
Bertemu orang baru

Branson antusias dalam membangun jaringan relasi. Ia menikmati pertemuan dengan orang-orang baru, mendiskusikan peluang baru dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan pihak lain.

Mencoba hal baru
Apakah itu mencoba bidang usaha baru dan tidak terduga, atau menerbangkan balon melebihi jarak rekor, Branson selalu terlihat mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan atau alami sebelumnya. Setidaknya dalam hidup, ia pernah melakukannya sekali.

Menikmati pekerjaan
Karena Branson menggabungkan pekerjaan dengan bersenang-senang sehingga ia bisa meningkatkan semangatnya dan memperkuat motivasinya untuk bekerja lebih keras lebih lama sepanjang siang dan malam.

Membawa buku catatan
Ia terlihat selalu membawa buku catatan di saku untuk dapat menuliskan ide-ide proyek barunya, mengumpulkan umpan balik dari para pelanggan dan pegawai dan untuk menuliskan tujuan atau ambisi, pemikiran dan pengalamannya. Dengan menulis di buku catatan, ia dapat lebih mudah mengklarifikasi pemikirannya dan memberikan panduan dalam bekerja.

Berkumpul dengan orang-orang hebat
Dengan berkumpul dengan orang-orang brilian dan berdedikasi tinggi di bidang masing-masing, ia merasa mendapatkan bimbingan dalam membuat keputusan-keputusan krusial. Ia juga berkumpul dengan para kolega dan staf yang memiliki tujuan, prinsip dan minat yang sama. Orang-orang ini dengan sendirinya memberikan dukungan moral terhadap visi, misi dan segala usaha yang dilakukan Branson.

Mengambil risiko yang telah diperhitungkan
Branson mengambil risiko terukur dalam bisnis dan kehidupannya. Ia memahami bahwa keterbatasan memang ada tetapi bukan berarti harus bersikap nekat dan ceroboh dalam menjalani usaha. Bergerak dan membuat kemajuan secara cerdas setahap demi setahap melalui masa-masa awal usaha yang penuh pergolakan.

Menyisihkan waktu untuk membaca dan belajar
Ia sangat paham bahwa hikmah dan pelajaran biasa didapatkan dari kesalahan dan pengalaman pribadi. Selain itu, ia mengakui bahwa pelajaran bisa dialami melalui membaca. Membaca buku seolah menjadi jalan pintas untuk mempelajari sebanyak mungkin hikmah dalam waktu yang relatif lebih singkat daripada harus mempelajari dan mengalami secara langsung di lapangan.

Tidur sejenak dan merenung
Agar bisa menyegarkan pikiran dan tubuh, Branson terbiasa untuk tidur singkat di sela-sela kesibukannya. Ia juga tidak ragu untuk luangkan waktu hanya untuk merenung tentang gairahnya dalam berbisnis. Dengan begitu, kreativitas dan ide-ide baru bisa terus bermunculan.

Luangkan waktu untuk berpikir
Branson menyisihkan waktu untuk merancang sebuah ide baru, merencanakan proyek baru dan berpikir tentang solusi kreatif untuk bisa menjawab masalah yang sedang dihadapi. (*/Akhlis)

Thursday, July 14, 2011

5 KUALITAS HEBAT YANG MENSUKSESKAN

sumber dari:
http://buyanur.com/2010/11/22/inspirasi-islam-5-kualitas-hebat-yang-mensukseskan/

Sukses menjadi topik yang banyak dibicarakan manusia modern. Maka berbagai
buku, seminar, training, workshop dibuat untuk membantu kita meraih suskes.
Dari berbagai buku, seminar, training, workshop dan pengalaman saya sendiri,
saya menyimpulkan ada lima kualitas hebat yang menghantarkan siapapun pada
kesuksesan.

*Lima kualitas tersebut yaitu:*
1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)
2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
3. Problem Lover (Pencinta Masalah)
4. Team Work Player (Pekerja Tim)
5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)

Mari kita bahas satu per satu.

1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang)
Sukses diawali oleh peluang. Itu sebab mengapa peluang menjadi penting. Tak
ada peluang, tak ada kesuksesan. Bila anda merasa tak punya peluang untuk
sukses, maka anda benar. Anda tak bisa sukses.

Opportunity maker adalah kualitas anda yang bisa menciptakan peluang. Anda
tidak menunggu peluang datang. Anda mencarinya. Anda bahkan menciptakannya.
Maka kejelian melihat situasi dan kondisi, baik yang dekat maupun yang jauh,
menjadi faktor penting. Apapun yang anda ketahui bisa menjadi peluang.

Orang baik adalah peluang. Demikian pula orang tidak baik. Situasi aman
adalah peluang. Sama dengan dengan situasi bahaya. Kekayaan dan kemiskinan,
keduanya adalah peluang. Orang Baduy yang tak menggunakan sepatu adalah
peluang besar industri sepatu. Orang Jakarta yang telah bersepatu juga
peluang besar industri sepatu. Maka bukan situasi dan kondisinya yang
menentukan, tapi bagaimana anda melihat bagian dari situasi dan kondisi itu
yang bisa dijadikan peluang bagi kemajuan anda.

2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
Kualitas ini menjadi penting agar peluang yang telah ada benar-benar bisa
dimanfaatkan dan memberikan keuntungan nyata bagi anda. Kenapa? Karena
dibalik setiap peluang ada resiko. Maka hanya bagi anda yang siap menerima
resiko lah yang layak mendapat keuntungan dari peluang tersebut.

Resiko adalah potensi terjadinya masalah, hambatan dan kegagalan. Anda bisa
masuk ke Baduy untuk jualan sepatu. Peluangnya besar. Tapi resikonya pun
besar. Anda harus mengedukasi orang Baduy untuk menggunakan sepatu. Hanya
anda yang mau mendidik orang Baduy untuk menggunakan sepatu, yang layak atas
peluang bisnis sepatu bagi orang Baduy yang tadinya tak menggunakan sepatu.
Anda bisa juga jual sepatu di Jakarta. Maka anda harus siap bersaing dengan
pebisnis lainnya. Hanya anda yang siap bersaing yang bisa jualan sepatu di
Jakarta.

3. Problem Lover (Pencinta Masalah)
Peluang sudah ada. Kesediaan dan kesiapan menanggung resiko telah OK. Maka
ketika resiko itu telah benar-benar terjadi, anda harus menjadi pencinta
masalah. Anda tidak menghindari masalah. Anda tidak sekedar menyelesaikan
masalah. Anda mencintai masalah. Anda sadar bahwa masalah adalah pemungkin
kesuksesan anda. Anda yakin atas satu hal : “My problem is so big, but it
never big enough to stop me” . Maka anda selalu menjadi manusia yang lebih
besar dari masalah yang anda hadapi. Masalah tidak membuat stress. Masalah
justru membuat anda bersemangat luar biasa. Masalah tidak menakutkan bagi
anda. Anda akan merasa tertantang untuk selalu menghadapi masalah yang
membesar dari waktu ke waktu.

4. Team Work Player (Pekerja Tim)
Anda manusia hebat. Bukan karena anda bisa mengerjakan semua hal. Tapi
karena anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Kualitas sebagai team work
player sangat penting bila anda ingin sukses dalam waktu yang cepat. Masalah
yang terjadi bisa diselesaikan lebih cepat karena diselesaikan secara tim.
Anggota tim hanya menyelesaikan bagian masalah yang menjadi keahliannya.

Berjuang mencapai sukses sendirian sebuah pilihan tragis. Waktu yang
dibutuhkan sangat lama. Dalam rentang waktu yang lama itu, begitu banyak
tekanan, masalah, kesedihan, dan kegagalan yang menggoda untuk berhenti
berusaha. Dan ketika sukses itu diraih, anda tak punya waktu lagi untuk
menikmati kesuksesan yang anda perjuangkan itu. Tragis bukan?

Karenanya jadilah team work player. Jadilah hebat di satu atau beberapa
bidang saja. Serahkan bidang-bidang lain pada orang-orang yang anda percayai
dan memang hebat di bidang itu. Maka kemajuan pun diusahakan bersama. Anda
pun bisa menikmati kesuksesan bersama-sama dengan teman-teman anda. Dan itu
lebih nikmat dibanding menikmati sukses sendirian.

5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)
Persaingan adalah keniscayaan. Anda senantiasa bersaing dalam meraih sukses.
Maka hanya bagi anda yang siap bersaing lah yang layak meraih sukses. Bila
anda tak bersedia bersaing, anda tak layak untuk sukses.

Thanks,
Cak Mun batam

Wednesday, July 13, 2011

Terobsesi Go International dengan Dawet Cah Mbanjar

http://ciputraentrepreneurship.com

Sukses mengembangkan usaha es dawet yang kini berjumlah lebih dari 220 gerobak dan beromzet Rp100 juta per bulan, pemilik gerai Dawet Cah Mbanjar, Hafiz Khairul Rijal terobsesi go international dengan bisnis minuman tradisional tersebut.

Berwirausahanya sepertinya sudah menjadi takdir bagi Hafiz. Ketika menjadi mahasiswa Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU), tahun 2002, Hafiz sudah merintis jadi wirausahawan. Pelbagai macam usaha ia lakoni, total ada 10 jenis, mulai dari laundry, katering, jualan ayam bakar, mie, kue lupis, hingga parfum dan handphone. Tapi, semuanya gagal.

Hafiz pun menjajal berjualan dawet. Ia bercerita, ide berbisnis dawet muncul saat bertemu tukang dawet yang mangkal di daerah Sukarame, Medan. Saat itu, Hafiz sekedar iseng bertanya omzet penjualan. Karena tergiur oleh cerita si penjual, ia segera mendatangi juragan dawet agar bisa bergabung. Pembuat es dawet setuju untuk memasok bahan baku dan menyewakan gerobak kepada Hafiz.

Meski rugi di bulan pertama berdagang dawet, Hafiz tak menyerah. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau itu cobaan yang harus dilalui. Sebab, ia berikrar, bisnis dawet merupakan usaha terakhir. Tekadnya berbuah manis. Di bulan ketiga, usahanya laris manis meski ia harus mendorong sendiri gerobaknya dan sempat memeroleh cemoohan teman-temannya. Hafiz tak mau ambil pusing dengan semua cibiran itu.

Selang dua tahun menjalankan bisnis dawet, jumlah gerobak Hafiz pun terus bertambah hingga mencapai 19 unit pada 2008. Di tahun yang sama, Hafiz mendapat tawaran untuk membeli seluruh usaha dawet dari pemilik aslinya.

Tanpa pikir panjang, Hafiz mengambil tawaran tersebut dan merogoh kocek Rp50 juta hasil pinjaman mertua. Setelah mendapat seluruh alat produksi, gerobak, dan juga resep rahasia, ia mulai mengibarkan usahanya dengan bendera Cah Mbanjar. Bukan tanpa sebab Hafiz mengusung merek ini. Dawet memang minuman asli Banjarnegara. Apalagi, pasokan gula kelapa untuk pemanis dawetnya tetap didatangkan langsung dari daerah di Jawa Tengah itu.

Usahanya berkembang pesat dalam hitungan bulan. Bahkan usahanya diakui oleh sebuah bank swasta nasional. Dari situ, pria kelahiran Medan, 1978 ini berkenalan dengan para pengusaha muda lainnya, seperti pemilik Kebab Turki Baba Rafi dan Homy Group. "Untuk pengembangan kemitraan, saya belajar dari mereka," kenang Hafiz. Mulailah era baru bisnis penjualan dawet Hafiz. Ia mulai mewaralabakan bisnisnya dengan menggunakan bendera CV Djawara Fizta. Saat itu, ia pun menawari investor dana sebesar Rp6 juta untuk menjadi mitranya.

Untuk menjangkau jaringan dan pasar yang lebih luas, Hafiz rajin mengikuti pameran hingga luar negeri seperti, pameran di Singapura dan Hongkong. Setelah merasa mantap dengan jaringan kemitraan es dawet, Hafiz pun berniat memperluas usahanya. Saat ini, Hafiz membuka gerai Cah Mbanjar di lokasi pusat perbelanjaan.

Namanya Cah Mbanjar The Outlet. Di tempat inilah berbagai makanan seperti bakso dan siomay, serta makanan lain disajikan. Hafiz berniat membuka Cah Mbanjar The Outlet dengan pengembangan sendiri, bukan dengan sistem waralaba. Lewat master plan The Outlet yang sudah terbentuk, Hafiz berniat membuat perusahaan makanan dan minuman kelas dunia yang tersebar di banyak negara. (*/surabayapost)

Tuesday, July 12, 2011

Pedagang Kecil Itu Juga Investor

http://iibf-indonesia.com



Ada kesalahan pemahaman umum yang terjadi di Indonesia saat ini terhadap pengertian investor. Investor itu selalu identik dengan asing. Kesalahan ini kemudian menjadi kesalahan lanjutan tentang investasi di Indonesia. Wilayah-wilayah yang seharusnya tidak boleh diberikan kepada asing justru hari ini telah dikuasai asing. “Tambang itu tidak boleh dimasuki asing, bank-bank tidak boleh asing. Tetapi hari ini 76% tambang di Indonesia sudah asing, 50,2% bank-bank nasional sudah dikuasai asing,” kata Joko Widodo, Walikota Solo di forum Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI), Solo, Jum’at petang.

Cara pandang seperti ini juga yang memunculkan sikap memusuhi pedagang kecil dan pedagang kaki lima karena dianggap mengganggu ketertiban dan keindahan kota. Penggusuran pedagang kecil sering dilakukan di berbagai kota di Indonesia dan sudah menjadi hal biasa. “Tetapi sejak 6 tahun terakhir hal semacam itu tidak akan pernah terjadi di Solo,” ungkap Joko. Pedagang kecil dan pedagang kaki lima itu menurut Joko juga adalah investor yang harus diperlakukan sama dengan pelaku ekonomi besar. Maka ketika menjadi walikota Joko Wi langsung menolak permintaan Kepala Satpol PP untuk disediakan 600 pentungan dan 600 tameng. “Besok tameng dan pentungan yang masih ada masukkan ke dalam gudang dan kunci. Jangan pernah mengeluarkannya selama saya menjadi walikota,” katanya kepada Kepala Satpol PP itu.

Joko menceritakan, 6 tahun menjadi walikota dia sudah membangun 15 pasar dan memindahkan 23 lokasi pedagang kaki lima. Dia tetap berprinsip bahwa pedagang kaki lima itu adalah pelaku ekonomi yang memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekeonomian daerah. Masalahnya, keberadaan mereka sering tidak diakui dan tidak diatur. Joko mengaku memang tidak menata pedagang kaki lima di kota Solo karena seringnya terjadi konflik antara pedagang dengan pemerintah kota. Ketika pertama kali menjadi walikota dan melihat kawasan kaki lima di Banjarsari, Joko sudah disambut dengan spanduk-spanduk yang bernada perlawanan. Joko kemudian mengundang 40 paguyuban pedagang kaki lima di Banjarsari untuk makan malam bersama. Suasana tegang masih sangat terasa karena para pedagang sudah ancang-ancang menyiapkan pertanyaan dan jawaban jika terjadi dialog. “Tapi setelah selesai makan saya tidak tanya apa-apa dan acara ditutup. Mereka bertanya kok enggak ada apa-apanya ini pak?” kisah Joko Wi. “Tidak, saya hanya mengundang makan saja,” kata Joko mengenang. Seminggu setelah itu diundang lagi makan siang ke kantor walikota dan mereka diperlakukan sama seperti para pengusaha besar. Tidak ada dialog, dan acara kembali ditutup begitu setelah makan selesai.

Setelah 53 kali diundang makan, para pedagang dikumpul semua. “Saya ingin memindahkan lokasi Banjarsari ke lokasi yang lebih baik,” kata Joko Wi. Para pedagnag itu diam dan tidak memberi reaksi apa-apa. Joko sebenarnya hanya ingin mengetahui apa yang mereka rasakan, mereka takutkan dan apa yang mereka inginkan. Pedagang minta jalan diperlebar dan 9 trayek angkutan kota harus melalui kawasan yang baru. “Mereka itu khawatir jika tidak ada pembeli dan dagangannya sepi,” ungkap Joko. Maka kepada para pedagang, Joko mengatakan akan mengiklankan di TV lokal selama 4 bulan, iklan koran selama 4 bulan dan pemasangan spanduk dan baliho selama 4 bulan. Akhirnya pedagang menerima dan bersedia pindah dengan merobohkan sendiri tenda dan lapak-lapaknya. “Saat pindah mereka diarak dengan kereta kuda dan dibuat seperti arak-arakan festival. Saya kira tidak ada pemindahan kaki lima seperti di Solo ini,” kata Joko bangga. Pedagang yang menempati kios-kios itu diberikan secara gratis dan hanya dikenakan membayar restribusi Rp. 2.500 per hari.

Mengapa pedagang kaki lima itu selalu mengambil tempat public? Menurut Joko, selama ini mereka tidak pernah diberi tempat yang layak untuk berdagang. Dan selama ini para pedagang tidak pernah ditunjukkan apa yang benar. Di tangan seorang Joko Wi, pedagang kaki lima tidak hanya ditempatkan di tempat yang layak tetapi juga diberikan pelatihan kewirausahaan, bagaimana mengelola keuangan, menyusun laporan, dan mengelola usahanya. Joko membatasi berdirinya mal-mal dan super market di kota Solo. “Jika pasar-pasar tradisional dibunuh dan diganti dengan mal-mal besar millik para pemodal besar, lantas pembangunan ini untuk siapa?” kata Joko dengan nada tanya.

Pasar dan terminal yang sering dianggap sebagai tempat yang kumuh dan rawan dengan premanisme, di tangan seorang Joko Wi menjadi lebih ramah dan bersahabat. Untuk tujuan itu, Joko Wi kemudian mengganti Kepala Satpol PP dan kepala terminal kota Solo dengan petugas perempuan. Joko mengatakan tidak ingin membuat Solo seperti Jakarta. Jakarta yang pernah memiliki 84 pasar tradisional hari ini tinggal 23 unit saja. Yang lainnya sudah berubah menjadi mal-mal, tempat yang membuat warga hidup sangat konsumtif dan juga tidak ramah dengan para pengusah kecil dan menengah. (AA)

Monday, July 11, 2011

Langkah Memulai Bisnis yang Sukses

http://ciputraentrepreneurship.com
Rabu, 29 Juni 2011 09:11

Memiliki ide bisnis yang brilian? Tidak ada salahnya Anda mulai mewujudkannya. Dengan mempunyai bisnis sendiri, Anda bisa punya waktu yang lebih fleksibel.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda siapkan ketika memulai bisnis:
1 Jangan takut mulai dari yang kecil
Salah satu yang membuat orang takut untuk berbisnis adalah karena tak punya modal banyak. Jika modal adalah halangan, jangan menyerah. Realistis saja soal modal yang memang Anda miliki. Cobalah kreatif untuk mendanai bisnia Anda, seperti dengan berkantor di rumah, barter dan menggunakan jejaring sosial untuk memasarkan.

2. Jangan hanya kerjakan tugas yang disuka
Sebagai pebisnis, Anda akan diharuskan bisa mengerjakan semuanya. Belum tentu semua pekerjaan itu Anda sukai. Beberapa tugas bisa jadi belum Anda kuasai. Cari tahu bagaimana agar Anda bisa bertahan dan coba cari alternatif lain misalnya dengan mempekerjakan orang lain atau minta bantuan keluarga dan teman.

3. Belajar berkata tidak
Berkata tidak memang terkadang menjadi tidak nyaman diucapkan. Namun saat sudah menjadi pebisnis, setiap kali Anda berkata 'iya', hal itu berarti Anda berkata 'tidak' untuk diri sendiri dan prioritas Anda. Untuk menjadi pebisnis yang sukses, belajarlah berkata tidak. Perlu diingat, klien Anda lah yang harus diprioritaskan.

4. Jangan lupakan aspek hukum
Meski Anda mulai dengan bisnis yang kecil, jangan pernah melupakan aspek hukumnnya. Banyak pemilik bisnis kecil memilih mendirikan bisnisnya dengan menjadi sebuah Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) untuk melindungi aset dan kepemilikan perusahaan mereka. Dengan menjadikan bisnis Anda menjadi PT, itu pun akan menambah kredibilitas di mata konsumen dan partner. Memang untuk membuat PT cukup mahal, jadi tidak masalah jika Anda butuh waktu untuk melakukannya.

Thursday, July 7, 2011

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bisnis Anda Menurun

bis_metRoda kehidupan pasti selalu berputar, terkadang kita berada di atas, dan tidak luput dari posisi di bawah. Begitu pula terhadap bisnis yang sedang dijalani oleh Anda. Sebaik apapun pengelolaan sebuah bisnis, ada saja kendala yang musti dihadapi saat menjalaninya.

Sebagai pengusaha, tidak jarang keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan emosi atau perasaan semata. Menyerah bukanlah jalan keluar dari permasalah bisnis yang sedang Anda hadapi saat ini. Berikut adalah tips yang dapat membantu jika bisnis yang telah Anda rintis tengah meluncur ke bawah:

Menyerah? No way!
Jangan keburu menyerah dahulu. Susun kembali prioritas dalam bisnis Anda. Tuliskan satu persatu secara cermat dan teliti apa saja yang menjadi target bisnis Anda ke depan. Kembalilah ke awal mula rencana Anda mendirikan bisnis tersebut. Terkadang Anda bisa saja melewatkan suatu hal di belakang, yang membuat usaha Anda meluncur ke arah kebangkrutan. Segeralah bertindak, sebelum semakin terpuruk!

Introspeksi cepat
Introspeksilah diri Anda sebagai pemimpin usaha. Apakah Anda tipe pemimpin yang mudah percaya pada semua pegawai Anda, tanpa Anda mau terjun langsung dalam pengelolaan? Seringnya, kehancuran sebuah bisnis atau usaha, adalah ketika sang pemilik hanya bisa menjadi pemodal saja, dan enggan untuk terjun langsung mengotori tangan untuk tahu seluk-beluk industri dalam bisnis yang dijalaninya.

Misalkan saja bisnis salon, Anda perlu tahu update terkini mengenai dunia fashion dan hairstylist. Jangan menyerahkan saja pada manajer salon yang Anda pilih. Lalu, setelah bekal pengetahuan itu, Andapun jadi dapat mengikuti tren pasar yang berubah-ubah tanpa ketinggalan mode yang sedang "in" saat ini. Lakukan inovasi berbeda, juga promosi. Asahlah terus kemampuan Anda. Jika diperlukan, ambilah kursus singkat yang tidak terlalu menyita waktu, bila Anda juga seorang pekerja kantoran. Yang terpenting bagilah waktu dengan baik.

Business review
Melakukan review atau peninjauan ulang terhadap manajemen bisnis sangatlah penting dilakukan. Apalagi jika sudah lama Anda lalai melakukannya, atau mempercayakan begitu saja pada pegawai yang Anda andalkan. Mulailah melakukan review awal dan mencari sumber permasalahan dari turunnya usaha yang Anda rintis.

Apakah konsumen sudah tidak puas terhadap layanan jasa di salon Anda, ataukah kualitas dari produk yang Anda jual sudah tidak baik, dan apakah usaha Anda tidak melakukan inovasi dan terobosan baru seiring berkembangnya permintaan pasar –sehingga pasar pun meninggalkan produk Anda karena dinilai terlalu ketinggalan zaman?

Jika ternyata semua telah sesuai Anda lakukan, namun tetap terjadi kebocoran di dana operasional usaha Anda, maka mulailah mempertanyakan kesetiaan setiap pegawai andalan Anda. Apakah ada di internal yang melakukan korupsi, atau penggelapan, serta menyalahgunakan kepercayaan yang telah Anda berikan? Nah, cobalah segera lakukan tahap demi tahap secara sabar namun cepat. Setelah menemukan inti permasalahannya, segeralah bertindak!

Action!
Bertindaklah sesuai dengan yang diperlukan. Jika Anda telah temukan inti dari permasalahan yang dihadapi oleh bisnis Anda, jangan tunda untuk mengambil langkah cepat guna perbaikan. Bila pegawai internal Anda yang bermasalah, entah itu penggelapan uang, tidak memberikan servis secara prima sehingga konsumen mengeluh, hingga produk yang ketinggalan zaman. Rumuskanlah strategi baru bagi bisnis Anda ke depan.

Buatlah kembali inovasi dan promosi yang akan memancing konsumen tertarik dan kembali kepada Anda. Ubahlah susunan organisasi internal Anda. Bila Anda merampingkan jumlah pegawai, pilihlah pegawai yang memiliki visi dan misi sama seperti Anda, yakni bersama memajukan bisnis yang dikelola. Untuk itu pun diperlukan kebijaksanaan dari Anda sebagai pemilik untuk turut serta juga memerhatikan kesejahteraan semua pegawai Anda yang telah sama-sama merintis membantu usaha Anda bangkit kembali. Janganlah lupa diri.

Prioritas itu penting
Dalam hal bisnis, perputaran uang sangatlah penting dan menjadi poros keberlangsungan usaha Anda. Oleh karenanya, bila usaha Anda mulai mengalami penurunan segeralah merekap semua hal yang berhubungan dengan perputaran uang tersebut. Terutama yang berkaitan dengan biaya operasional, dimana Anda wajib membayar semua gaji, tagihan listrik, tagihan telepon, transportasi, termasuk pembelian bahan-bahan dasar guna keperluan pembuatan produk Anda. Jika sudah demikian, buatlah prioritas, mana dana yang musti dipangkas, dan mana dana yang musti dipertahankan agar tetap berputar.

Prospecting
Susunlah rencana untuk melakukan prospecting atau target sasaran dari bisnis Anda. Buatlah klasifikasi dari target Anda, dan kenalilah siapa pasar yang akan Anda prospek tersebut. Misalnya, saja, review-lah harga jual Anda, sesuaikan dengan pasar terkini atau sesuai dengan target konsumen yang berada di sekitar toko Anda.

Rancanglah paket-paket promosi yang akan menarik target tersebut dengan harga cantik yang kompetitif. Tentunya tidak luput dari kualitas produk yang tetap dipertahankan. Buatlah brosur, spanduk baru dengan tampilan baru menarik termasuk dengan promosinya yang menarik.

Gunakan alat promosi
Di era social media yang sedang booming saat ini, jangan sampai Anda ketinggalan. Selain melakukan promosi secara tradisional, lakukanlah dengan social media seperti Facebook dan Twitter. Update-lah produk-produk Anda, dan lakukan soft selling dengan menggunakan media tersebut. Kemudian, buatlah website Anda menjadi alat yang memudahkan konsumen mengenal bisnis Anda walaupun berada di kota berbeda sehingga mereka bisa melakukan order lebih mudah.

Ingat, jangan sampai strategi marketing yang Anda lakukan justru membuat calon konsumen terganggu dengan promosi produk atau jasa Anda secara bertubi-tubi. Lakukan dengan elegan, tentunya.

Networking

Binalah kerjasama dengan sesama teman pebisnis lainnya. Bertukar pikir atau berdiskusi dengan mereka akan sangat membantu, lho. Karena, Anda akan mendapatkan input-input tambahan guna memajukan kembali bisnis Anda yang tengah terpuruk. Ikutilah seminar-seminar bisnis, dan jalinlah hubungan profesional dengan sesama pebisnis. Selain itu bisa juga Anda bergabung dengan asosiasi perkumpulan pebisnis. Dimana setiap saat Anda akan dibantu pemikiran dan solusi dari setiap tantangan dan rintangan dari mengelola sebuah bisnis.

Tunggu apa lagi, segeralah bertindak dan naiklah kembali ke puncak sukses Anda!

Disalin dari http://www.ciputraentrepreneurship.com
(*/Tabloid Nova)

Wednesday, July 6, 2011

Jangan Pernah Menyerah

http://www.ciputraentrepreneurship.com
Senin, 14 Juni 2010 15:12

Kesuksesan dapat diibaratkan sama dengan kesembuhan. Jika Anda sakit dan ingin sembuh, maka segala cara akan Anda tempuh. Termasuk minum obat yang pahit, merasakan sakitnya disuntik, bahkan mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuk pengobatan Anda.

Intinya, Anda rela melakukan apapun juga, sekalipun itu tidak enak, untuk sembuh.

Seorang olahragawan yang ingin meraih juara harus rajin latihan. Seorang ibu yang ingin melahirkan bayinya harus melewati proses persalinan yang menyakitkan. Seorang siswa yang ingin lulus harus melewati ujian terlebih dulu.

Kesuksesan lahir justru dari proses yang tidak enak. Jika Anda menolak hal-hal yang menimbulkan sengsara, maka berarti Anda menolak yang namanya kesuksesan.

Bila Anda tidak suka menyapu, maka jangan berharap untuk memiliki rumah yang bersih. Jika Anda tak mau bekerja lebih keras, maka jangan harap Anda akan naik jabatan.

Ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh yang namanya kesuksesan dan seringkali harganya itu mahal, perjuangannya itu berat, kesulitan yang menghadang itu besar.

Apakah Anda akan menyerah? Seorang yang mudah menyerah sangat dekat dengan kegagalan.

Jangan mudah menyerah! Jika Anda tidak suka, lakukan saja jika hal itu memang harus dilakukan. Jangan terlalu mengenakkan ego kenyamanan Anda! Jika Anda jatuh, maka bangkitlah lagi, jangan terpuruk dalam kegagalan dan rasa mengasihani diri sendiri.

Ayo, kesuksesan ada dalam genggaman Anda jika Anda mau melakukan hal yang Anda tidak ingin lakukan dan menaklukkan ego Anda. Kesuksesan berarti tekun melakukan yang harus dilakukan sekalipun Anda tidak menyukainya. (*/dari berbagai sumber)